3 Agustus 2014

Inilah Eungkot Ileh Krueng Lhok Ujen

Sekilat tetang Ileh atau Ikan Belut

Belut mempunyai kelamin ganda pada kehidupannya, belut menjalani pergantian kelamin dari betina ke jantan dalam siklus kehidupannya. 

Belut muda selalu berkelamin betina, sedangkan belut yang sudah tua selalu berkelamin jantan dan karena sifat-sifat belut serupa itu, maka pada belut bisa mengalami masa kosong kelamin atau disebut banci. Dengan adanya perubahan kelamin inilah pada belut sering terjadi kanibalisme, saling bunuh dan makan diantara mereka sendiri.

Secara alamiah belut atau ileh memakan berbagai jenis binatang kecil yang hidup atau terjatuh dalam air seperti serangga, siput, cacing, anak katak dan anak ikan. Maka jangan heran, ketika perut belut atau ileh dibelah, seringkali dijumpai ada anak ikan di dalam perutnya. 

Belut atau Ileh tergolong dalam jenis hewan karnivora yaitu ikan pemakan binatang lain. Belut yang masih kecil memakan zooplankton yang halus seperti antara lain protozoa atau hewan bersel satu, microcrustacean atau udang-udangan renik, invertebrata, microscopic atau hewan-hewan tak bertulang belakang yang keci-kecil sedangkan belut yang mulai dewasa memakan larva-larva serangga, cacing, siput, berudu kodok dan benih-benih ikan yang masih lemah.


Karena ikan belut menyukai binatang hidup, maka tidak mudah belut mencari makanan. Untuk itu belut menyergap mangsanya dengan membuat lubang perangkap, lubang ini dibuat dengan menggali lumpur baik ditepian perairan maupun ditengah sawah atau rawa.

Ikan belut dalam bahasa Aceh disebut Ileh atau eungkot Ileh, termasuk jenis ikan air tawar yang sangat digemari oleh sebagian warga Aceh. Ikan belut memiliki kandungan gizi yang banyak, terutama untuk pembentukan hormon serta diyakini bisa menjadi obat.


Dalam bahasa latin, Ileh alias belut bernama Monopterus Albus yaitu sejenis hewan air yang hidup di daerah rawa, aliran sungai dan atau genangan air yang berlumpur. 


Di Indonesia, ada tiga jenis belut yang sangat populer; antara lain belut rawa, belut mata kecil dan belut sawah. Sementara di gampong Riseh Tunong belut sugai ada beberapa jenis antara lain belut mata kecil disebut Kiree sugai, sedangkan belut mata besar disebut ileh gaboh atau ileh gabus.



Kandungan Gizi Ileh atau Ikan Belut

Berikut beberapa kandungan gizi yang terdapat pada daging belut atau ileh; kolesterol, protein, air, sodium, kaloris tinggi, omega 3 dan omega 6, vitamin A,C,dan E, thiamin, riboflavin, niacin, vitamin B6 dan B12, Folate, Pantothenic acid, chaolin, kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, Pottasium, zodium, zink, selenium dan mangan.


Kandungan protein pada belut sebesar 18,4 g/100g setara dengan protein daging sapi dengan berat yang sama. Sedangkan kandungan energi sebesar 330 kkal/100g lebih tinggi dari telur dan daging sapi.


Kandungan Zat besi sebesar 20 mg/100g jauh lebih besar dari telur dan daging sapi. Mengkonsumsi belut atau Ileh bisa meningkatkan vitalitas tubuh. Zat besi membentuk hemoglobin darah yang membawa oksigen keseluruh tubuh, dan oksigen mengoksidasi karbohidrat, lemak dan protein menjadi energi. Kekurangan zat besi menyebabkan lemahnya sistem kekebalan tubuh.


Belut atau Ileh juga mengandung banyak fosfor, lebih tinggi dari telur, tanpa fosfor ini, kalsium tidak dapat membentuk masa tulang, maka konsumsi fosfor sangat diperlukan agar tulang menjadi kuat, dan terhindar dari osteoporosis.

Sedangkan vitamin A yang terdapat pada ikan belut atau Ileh cukup tinggi yakni mencapai 1.600 SI/100 gram. Vitamin A sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan, penglihatan, dan reproduksi.


Ikan Belut atau Ileh juga terkandung vitamin B yang sangat penting untuk otak. Vitamin B sangat dibutuhkan untuk membantu membentuk protein, hormon dan sel darah merah. (*)

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon