9 September 2014

Tak usah cangkung jadi anak desa

GampongRT - Dimanapun yang namanya Gampong atau Desa selalu melekat sebagai wilayah agaris, tempat awal berproduksinya kebutuhan pokok manusia. Begitu juga dengan gampong Riseh Tunong yang sebagian besar perekonomian desa dan masyarakat setempat sangat bergantung pada sektor pertanian, holtikultura, dan perkebunan.

Sebagai desa yang sangat jauh dengan pusat perkotaan, gampong Riseh Tunong memiliki lahan pertanian dan perkebunan yang masih bisa digarap dan dioptimalkan hasilnya untuk kesejateraan petani. Lalu, apa pasal? bertahun-tahun kesejahteraan petani tak kunjung tiba..? Mungkin, pada satu sisi disebabkan oleh pola bertani masyarakat yang masih tradisional.


Kalau begitu, kita harus bagaimana? Kita ubah cara budidaya Pinang secara tradisional kepada pola Penanaman secara Intensif. Dengan cara ini, produksi biji Pinang akan jauh lebih besar. Dengan sendirinya pundi ekonomi yang didapat akan jauh lebih besar pula. Ini bukan omong-kosong, selama kita memiliki tekat, kemauan dan kerja keras.


Anak-anak desa! Negeri kita ini, memiliki lahan yang cukup besar yang masih bisa kita garap. Ayok bangkitkan semangatmu, saatnya anak desa melirik usaha pertanian. 


"Kita tak usah malu dan cangkung jadi anak desa". Mulai besok, kita coba garap lahan kecil dulu, kalau dengan lahan yang kecil bisa berasil. Kemungkinan besar saat membuka lahan besar kita akan berasil pula, "tinggalkan saja niat bekerja di kota-kota besar". Kalau kita tak punya keahlian khusus alias skill, saat tiba di kota hanya akan menjadi kuli kota.   


Kalau kita menegok negara-negara lain, lahan pertanian mereka tidak seluas lahan pertanian kita. Mungkin, negara mereka saja, "hanya seluas  gampong kita". Kalau petani di negara mereka bisa makmu dan kaya-raya. Kenapa kita belum bisa???  

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon