22 September 2014

Waspadai: Sekitar 2,3 Milyar Manusia Beresiko Terkena Malaria

#InfoSehat: Penyakit Malaria adalah masalah global dan masuk dalam MDGs 2015. Malaria hampir ditemukan di seluruh dunia, terutama di negara-negara yang beriklim tropis dan subtropis. 
images-sumber: biogents.com

Penduduk yang beresiko terkena Malaria berjumlah sekitar 2,3 miliar atau 41% dari populasi dunia. WHO memperkirakan insiden malaria di dunia mencapai 215 kasus dan di antaranya yang terifeksi parasit plasmodium sekitar 600.000.

Menurut Global Malariae Programme menyatakan bahwa malaria merupakan penyakit yang harus terus menerus dilakukan pengamatan, monitoring dan evaluasi, serta diperlukan formulasi kebijakan dan strategi yang tepat. 


Karena itu, masyarakat harus selalu mengwaspadai penularan penyakit DBD (demam berdarah dengue). Apalagi malaria bisa muncul kapan saja disepanjang tahun dan bisa menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia. 


Kateristik penyebaran penyakit malaria melalui nyamuk Aedes Aegypti betina yang disebabkan oleh parasit Plasmodium yang berkembang biak di tubuh nyamuk lalu menularkannya pada manusia melalui darah. Malaria juga dapat menular dari satu orang ke orang lain. Bila seseorang terserang atau menderita penyakit malaria harus segera dirujuk kerumah sakit untuk mendapatkan pengobatan. "Apabila terlambat dapat menyebabkan kematian".


Akan tetapi banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka sedang menderita demam berdarah karena biasanya pasien menganggap gejala awal demam berdarah sebagai sakit demam biasanya. 


Untuk itu, kita harus mengetahui gejala demam berdarah yang biasanya akan dialami oleh penderita. Berikut gejala demam berdarah yang biasanya akan dialami penderita, mengutip rehat.net 

Informasi Tentang Virus yang Menyebabkan Gejala Demam Berdarah

Virus yang menyebabkan gejala demam berdarah disebut sebagai Virus Dengue. Virus ini hanya bisa menyebar dengan dengan bantuan gigitan nyamuk aedes aegypti. Ciri-ciri nyamuk ini adalah tubuhnya yang berbelang hitam putih. Nyamuk rumah biasa tidak dapat membawa dan menyebarkan virus penyakit ini.


“Ada dua macam nyamuk aedes yang bisa membawa penularan penyakit DBD yaitu nyamuk aedes aegypti yang suka hidup di dalam rumah dan nyamuk aedes albopictus yang suka hidup di sekitaran kebun.”


Kedua nyamuk ini suka beterbangan mencari mangsa hanya pada jam-jam tertentu yaitu pada pagi hari sekitar jam 6 sampai dengan jam 9 pagi serta sore hari pada jam 3 sampai dengan jam 5 sore. Oleh karena itu, sebaiknya anda memakai lotion anti nyamuk atau memasang obat nyamuk bakar pada jam-jam tersebut.


Gejala Demam Berdarah yang Wajib Diwaspadai


Berikut beberapa gejala sakit demam berdarah yang wajib diketahui:


Demam tinggi yang menyerang secara mendadak. Demam ini juga biasanya disertai dengan tubuh yang menggigil. Sewaktu-waktu demam ini bisa turun namun akan kembali menyerang. Demam ini bisa mencapai dari 39 derajat celcius hingga 40 derajat celcius. Tubuh akan panas dingin sebagai gejala umum demam berdarah selama kira-kira satu minggu. Lebih baik segeralah periksakan diri ke dokter.


Muncul ruam atau bintik-bintik merah di sekujur tubuh penderita. Bintik-bintik ini disebabkan oleh Virus Dengue yang mengganggu saluran pembuluh darah serta sistem pembekuan darah. Jika dibiarkan maka akan bertambah parah seperti penderita akan mengalami muntah darah dan warnanya hitam seperti kopi. Tidak jarang juga penderita akan mengalami mimisan dari hidung.

Tubuh akan terasa sangat nyeri, lemas, dan lesu. Ditambah lagi wajah akan terlihat sangat pucat. Tentunya hal ini disebabkan karena demam tinggi dari Virus Dengue.

Sakit demam berdarah memiliki tahapan atau fase yang perlu diketahui sebagai berikut:
  • Fase pertama (Febrile): Pada gejala awal biasanya penderita akan mengalami demam tinggi serta tubuh yang panas dingin. Gejala ini terjadi pada hari pertama hingga hari ketiga. Tubuh juga akan merasa sangan lemas dan lesu sekaligus merasa mual ingin muntah. Pada tahap ini akan muncul bintik-bintik merah disekujur tubuh yang tidak bisa hilang.
  • Fase kedua (Critical): Memasuki hari ke empat sampai dengan hari kelima merupakan masa-masa kritis bagi penderita DBD. Di sini kadar trombosit di dalam darah dan demam akan mulai turun. Memang awalnya penderita seakan-akan mulai sembuh tetapi justru di tahapan inilah keadaan tubuh akan semakin memburuk apabila tidak segera diberi pengobatan. Pada fase ini pun dapat terjadi halusinasi, penurunan kesadaran, mimisan dari hidung, serta pendaharan lainnya.
  • Fase ketiga (Recovery): Jika sudah berhasil melewati fase kritis maka penderita akan memasuki fase kesembuhan. Di sini trombosit mulai kembali normal dan kesehatan tubuh sudah mulai membaik. Biasanya hal ini terjadi saat memasuki hari ke enam dan seterusnya.
Pencegahan Penyebaran Gejala Demam Berdarah

Banyak orang bilang lebih baik mencegah daripada mengobati. Untuk itu mulailah melakukan cara-cara untuk mencegah penyebaran virus serta penyakit demam berdarah. Karena virus ini disebarkan oleh nyamuk Aedes, oleh sebab itu penting kita mengetahui bagaimana cara untuk menghalangi nyamuk ini hidup dan berkembang biak di sekitar lingkungan di mana kita tinggal dan beraktivitas.


“Nyamuk Aedes biasanya bertelur dan berkembang biak di wadah-wadah terbuka.” Langkah awal adalah mulai membersihkan tempat-tempat penampungan air satu sampai dua kali dalam seminggu seperti bak mandi, tempayan air, ember-ember berisi air, dan sebagainya. 


Kemudian jangan lupa selalu memberikan ventilasi bagi rumah anda karena tempat yang lembab dan basah sangat digemari oleh nyamuk. Setiap hari semprotkan obat anti nyamuk, oleskan lotion, serta nyalakan obat nyamuk bakar di rumah. Tapi ingat bahwa obat anti nyamuk yang digunakan adalah obat anti nyamuk khusus Aedes karena obat anti nnyamuk biasa tidak akan mempan. Semoga cara-cara ini dapat menghindarkan Anda dari penyakit demam berdarah. (Baca: Epidemiologi Malaria di Indonesia)

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon