7 Oktober 2014

Tabularasa Hitam Putihnya Anak, Tergantung Pendidikan Orang Tua


Tabularasa hitam putihnya perjalanan kehidupan seorang anak, sangat tergantung pada pendidikan yang ditorehkan oleh kedua orangtuanya. Kata bijak mengatakan; "Orangtua adalah laksana busur, anak bagaikan panah, busur yang baik adalah yang mampu melesatkan anak panah jauh melewati zamannya".


Agar anak-anak, sebagai generasi masa depan tidak ketinggalan zaman, bekali mereka dengan keahlian hidup. Islam mengajarkan kita, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, "Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang dan memanah" (Riwayat Bukhari dan Muslim)


Secara harfiah, olah raga berkuda, berenang dan memanah adalah olah raga yang sangat baik untuk kebugaran tubuh. Para penafsir menyebutkan, bahwa olahraga berkuda dapat diartikan mampu mengendarai kendaraan (baik kendaraan darat, laut, udara). 


Olahraga berenang dapat disamakan dengan ketahanan dan kemampuan fisik yang diperlukan agar menjadi muslim yang kuat. Sedangkan memanah dapat pula diartikan sebagai kegiatan melatih konsentrasi dan fokus pada tujuan.  


Seiring perkembangan zaman yang semakin moderen, sebagian pakar memperluas tafsiran hadist diatas sebagai berikut:


  • Olahraga Berkuda disebut Skill of Life;  yakni usaha memberi keterampilan atau keahlian sebagai bekal hidup agar memiliki rasa percaya diri, jiwa kepemimpinan dan pengendalian diri yang baik.
  • Olahraga Berenang disebut Survival of Live; yakni mendidik anak agar selalu bersemangat, tidak mudah menyerah dan tegar dalam menghadapi masalah.
  • Olahraga Memanah disebut Thingking of Life; yaitu mengajarkan anak untuk membangun kemandirian berpikir, merencanakan masa depan dan menentukan target hidupnya.
Orangtua mana yang tak ingin anak-anaknya tumbuh kuat, cerdas, pintar dan saleh. Pasti setiap orangtua menginginkan anak-anaknya menjadi generasi yang kuat dan cermelang bukan penakut. Oleh karena itu, para orang tua, guru, dan orang dewasa harus senantiasa memberikan perlakuan yang tepat pada anak-anak. 

Berikut beberapa tips yang harus dihindari oleh orangtua agar anak tidak menjadi generasi penakut.!


Hindari Over Protektif dari Keluarga
Sebagian orangtua akan menghibur anaknya disaat sedang dalam ketakutan. Cara ini hanya sekedar mengelabui sesaat, tetapi tidak menyelesaikan masalah dari penyebab ketakutan yang dihadapi oleh anak, jika kejadian seperti ini terus terulang-ulang, maka si anak akan menjadi generasi penakut.

Hindari Pelajaran Intimidasi yang Tidak Tepat

Sebagian pelajaran yang tidak cocok untuk anak akan menambah berat sifat penakut dari anak. Ada sebagian orangtua sering menakuti anaknya dengan cerita-cerita pocong, monster atau hantu, tujuan semula supaya anak diam dan patuh. Tetapi hal ini malah akan menyebabkan kecacatan sifat dan mental dari si anak.

Hindari Sikap Pengejekan dan Penyalahan

Sebagian orang tua dalam menangani situasi anak yang penakut, bukannya memberikan perhatian, malah mengejek ataupun memarahinya. Perilaku seperti ini hanya akan membuat si anak tidak berani menghadapi penyebab ketakutan yang dialami, pendidikan seperti ini akan membuat gangguan psikologis si anak.

Protek Interaksi Sosial yang Berlebihan 

Dengan sistem residence zaman kini, banyak anak yang kurang mendapat kesempatan berinteraksi dengan saudara maupun teman sebaya. Akibat dari kurangnya pengalaman dalam berinteraksi dengan masyarakat sosial akan menyebabkan anak tumbuh menjadi pemalu dan minder.[min]

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon