21 Desember 2014

Cara Menyelamat Diri dari Bencana Menurut Islam (Catatan 10 Tahun Tsunami Aceh)

10 tahun yang lalu tepatnya pada Minggu, 26 Desember 2004 di bumi Aceh terjadi musibah dan bencana yang sangat dahsyat. 

Musibah dan bencana tersebut telah menyebabkan ratusan ribu rakyat Aceh meninggal dunia, ratusan ribu rumah penduduk dan inprastruktur publik Aceh hancur oleh gempa bumi dan gelombang Tsunami.

Alhamdulillah masyarakat Aceh, Allah berikan jiwa yang tegar dan sabar atas musibah tersebut. Buah dari kesabaran dan ketegaran, sehingga dalam hitungan hari berbagai bantuan datang baik dari dalam negeri maupun dari berbagai penjuru dunia, mulai dari benua Arab, China, Eropa, bahkan sampai dari benua Hindia.

Hari demi hari dan bulan berganti tahun, berlahan-lahan masyarakat Aceh terus bangkit memperbaiki diri dari pora-poranda Tsunami dan "kini Aceh sudah lebih indah dari sebelumnya". Sebagai ungkapan terima kasih atas segala bantuan yang telah diberikan oleh bangsa-bangsa di dunia, khususnya masyarakat Indonesia. 

Pemerintah bersama masyarakat Aceh menggelar Peringatan 10 Tahun Tsunami Aceh yang dipusatkan di Kota Banda Aceh, pada 25-28 Desember 2014. Harapan kita, peringatan musibah tsunami tahun ini, tidak sekedar acara serimonial saja, tapi harus ada langkah maju dalam penanganan kebencanaan baik kesiapsiagaan, peringatan dini, dan mitigasi bencana yang lebih baik untuk tahun-tahun selanjutnya, mengingat bencana dan musibah tidak pernah luput dalam kehidupan manusia.

Karena sudah merupakan sunnatullah bahwa kehidupan manusia di dunia ini tidak pernah luput dari pada cobaan, bencana dan musibah dengan segala macam bentuknya, mulai dari bencana ketakutan karena adanya hura-hara, bencana alam, gunung meletus, bencana kelaparan karena kekurangan makanan akibat kemarau yang berkepanjangan atau kemiskinan yang berlebihan sampai dengan musibah kematian dengan cara yang biasa sampai dengan yang mengerikan.

Dalam momentum memperingati 10 tahun musibah dan bencana Tsunami. Dalam Al-Qur’an dan Sunnah kita akan menemukan beberapa isyarat dan petunjuk yang dapat menyelamatkan kita dari bencana dan musibah. 

Berikut cara menyelamatkan diri dari musibah dan bencana menurut Islam yang dikutip dari berbagai referensi, antara lain:  

1. Istighfar dan Taubat 

Mereka yang senantiasa beristighfar dan minta ampun bertobat kepada Allah dari segenap dosa yang dilakukannya, baik secara sadar ataupun tidak akan senantiasa mendapatkan perlindungan Allah swt dari bencana dan musibah. Allah swt berfirman: “Dan tidaklah Allah akan mengazab mereka, sedang engkau (wahai Muhammad) berada diantara mereka, dan tidaklah Allah akan mengazab mereka, sedang mereka senantiasa istighfar minta ampun” (Al-Anfal 4.33).

Istighfar dan taubat merupakan benteng utama yang akan menyelamatkan seseorang dari bencana dan musibah, karena pada umumnya bencana dan musibah itu timbul adalah akibat dari dosa manusia, Allah swt. berfirman : 

“Dan apa saja musibah yang menimpa dirimu, maka adalah disebabkan karena dosa-dosamu, dan Allah memaafkan sebahagian dari dosa-dosamu” (As-Syura 42:30).

2. Meningkatkan Iman dan Taqwa

Meningkatkan Iman dan Taqwa merupakan benteng yang dapat menyelamatakan kita dari bencana dan musibah serta akan membawa kita kepada kehidupan yang penuh berkat, Allah berfirman :

“Kalau penduduk suatu negeri senantiasa beriman dan bertaqwa, niscaya akan Kami bukakan bagi mereka pintu keberkatan dari langit dan bumi, namun apabila mereka mendustakan (ayat-ayat) Kami, maka Kami akan menyiksa mereka karena tingkah laku mereka itu” (Al-A’raf 7:96)

3. Mensyukuri Nikmat Allah dan Menjauhkan diri dari Kufur Nikmat

Mensyukuri nikmat Allah akan membawa berkat dalam kehidupan dan sekaligus merupakan benteng yang akan menyelamatkan seseorang dari bencana dan musibah, sebaliknya kufur terhadap nikmat Allah akan mengundang siksaan yang sangat dahsyat dari Allah karena bencana dan musibah yang diturunkanNya, Allah berfirman :

“Dan ingatlah ketika Tuhan mu memaklumkan: Sungguh jika kamu mensyukuri nikmatKu, niscaya akan aku tambah (nikmat) pada mu, dan jika kamu kufur pada nikmat yang Aku berikan, niscaya azabku sangat pedih” (Ibrahim 14:7)

Kufur nikmat adalah, semakin banyak nikmat Allah yang diterima semakin jauh pula dia dari Allah, kufur nikmat artinya juga mempergunakan nikmat pemberian Allah hanya untuk kepuasan hawa nafsu, bukan untuk hal-hal yang diridhai Allah.

Dalam Al-Quran Allah menggambarkan suatu negeri yang penuh dengan nikmatNya, akan tetapi karena penduduk negeri tersebut kufur terhadap nikmat Allah maka negeri itupun akhirnya ditimpa bencana dan musibah, seperti yang difirmankan Allah di dalam Al-Qu’an:

“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezki datang melimpah ruah dari segenap penjuru, tetapi (penduduk) nya kufur pada ni’mat-ni’mat Allah; karena itu Allah menimpakan kepada mereka bahaya kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang mereka perbuat” (An-Nahl 16:112).

4. Menjauhkan diri dari Hedonisme 

Gaya kehidupan hedonisme yang hanya mengejar kemewahan materi, hidup glamour penuh gembira ria sepanjang hari dengan aneka ragam hiburan yang mengundang maksiat akan mengundang kemurkaan Allah dan menimbulkan bencana serta musibah yang menghancur leburkan suatu negeri. Sebagaimana diperingatkan Allah dalam Al-Qur’anul Karim:

“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang suka hidup mewah (berfoya-foya) dinegeri itu agar ta’at kepada Allah swt. namun mereka melakukan kedurhakaan (kefasikan) dalam negeri itu. maku sepantasnya berlaku pada mereka ketetapan hukum, maka Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya” (Al-lsra’ 17).

Al-Qur’an menggambarkan diantara penyebab dimasukkannya seseorang kedalam neraka kelak adalah kehidupan mereka yang suka berfoya foya dan bergembira ria dengan beraneka hiburan dan tontonan mengejar kepuasan hawa nafsu belaka, senda gurau tanpa batas, sementara ibadah mereka abaikan, Allah berfirman :

“Adapun orang-orang yang diberikan kitabnya dari belakang. Maka dia akan berteriak histeris: “Celakalah aku!”. Dan dia akan masuk neraka yang bernyala-nyala. Sesungguhnya dia dahulu didunia suka hidup bergembira ria. Sesungguhnya dia menyangka tidak akan kembali kepada Tuhannya” (Al-Insyiqaaq 84; 10-14)

“Apa sebab kamu sampai masuk neraka saqar? Mereka menjawab” Karena dahulunya kami tidak termasuk orang yang mengerjakan shalat. Dan kami tidak pula memberi makan orang miskin. Dan kami suka berbicara yang bathil, bersama dengan orang yang membicarakannya. Dan kami juga mendustakan hari pembalasan. Sehingga datanglah pada kami kematian” (Al-Mudatsir 74:42-47)

5. Menegakkan Amar Ma'ruf 

Menegakkan da’wah amar ma’ruf, mengajak “manusia untuk mengamalkan ayat-ayat Allah, menegakkan yang haq, bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga mengajak orang-orang sekitanya merupakan salah satu benteng pengaman diri dari bencana dan musibah akibat kemurkaan Allah swt.

Allah tidak akan membinasakan suatu negeri apabila dalam negeri tersebut masih terdapat orang-orang yang punya kepedulian da’wah, mengajak masyarakatnya untuk menegakkan syari’at secara kaaffah, Allah berfirman :

“Dan tidaklah Tuhanmu akan membinasakan suatu negeri secara zalim sedang penduduk negeri itu senantiasa melakukan perbaikan (amar ma’ruf)” (Hud 11:117).

6. Mencegah Kemungkaran 

Disamping menegakkan yang ma’ruf, mencegah kemungkaran atau kemaksiatan ditengah masyarakat merupakan salah satu benteng yang akan menyelamatkan kita dari bencana dan musibah, Allah berfirman :

“Allah mengutuk orang-orang kafir dari Bani lsrail dengan lisan Daud dan Isa bin Maryam. Yang demikian itu karena kedurhakaan mereka dan tingkah laku mereka yang melampaui batas. Mereka tidak punya kepedulian untuk niencegah kemungkaran yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat” (Al-Maidah 5: 78-79)

“Menurut keterangan Hudzaifah bin Yaman, bahwa Rasulullah saw. Pernah bersabda: “Demi Yang diriku ditanganNya, hendaklah kamu menegakkan yang ma’ruf dan hendaklah kamu mencegah yang mungkar, atau akan datang masanya Allah menurunkan hukuman (bencana) kepadamu, lalu kamu berdo’a namun Allah tidak akan memperkenankan do’amu itu” (HR. Ahmad & Turrmudzi)

“Menurut keterangan Aisyah ra. Saya pernah mendengar Rasulullah saw. besabda: “Tegakkanlah yang ma’ruf dan cegahlah kemungkaran sebelum datang masanya kamu berdo’a namun tidak diperkenankan Allah do’amu” (HR.Ibmu Majah).

7. Mencegah Kedzaliman 

Kedzaliman merupakan salah satu pemicu kemurkaan Allah SWT. Dalam sebuah hadist qudsi Allah berfirman :

“Wahai hambaku! Sesungguhnya Aku telah mengharamkan kedzaliman pada diriKu, dan Akupun mengharamkan untuk sesama kamu, maka janganlah kamu saling mendzalimi” (HR.Muslim dari Abi Dzar al-Ghifariy).

“Dan tidaklah Kami membinasakan suatu negeri melainkan apabila penduduk negeri itu berlaku dzalim” (Al-Qashah 28:59).

Dalam Al-Quran Allah swt. meperingatkan bahwa betapa banyak negeri yang telah dibinasakan Allah swt pada masa yang lalu karena kedzaliman yang telah merajalela di tengah negeri itu.

“Betapa banyak negeri yang Kami binasakan penduduknya karena mereka berbuat dzalim, maka tembok-tembok negeri itupun roboh menutupi atapnya, dan betapa banyak pula sumur-sumur yang telah ditinggalkan, demikian juga istana-istana yang megah (pun ditinggalkan)” (Al-Haj 22: 45).

Yang dimaksud dengan kezhaliman dalam ayat-ayat diatas selain penganiayaan atau tindakan sewenang wenang yang berkuasa terhadap rakyat, atau kesewenangan yang kaya terhadap orang miskin, orang yang kuat terhadap yang lemah, menurut terminologi Al-Qur’an kemusyrikan juga termasuk kedzaliman, bahkan termasuk induk kemusyrikan sebagaimana wasiat Luqmanul Hakim pada anaknya:

“Dan ingatlah ketika Luqman berwasiat kepada anaknya diwaktu dia memberikan pengajaran kepadanya: Wahai. Anakku ! Janganlah kamu mempersekutukan Allah karena kemusyrikan itu merupakan kedzaliman yang besar” (Luqman 31: 13).

Allah Maha Mengetahui lagi Maha bijaksana. Apabila tulisan ini bermanfaat silahkan disebarkan. Semoga apa yang kita lakukan menjadi amal untuk akhirat kelak. Dan semoga saudara-saudara kita korban musibah Gempa dan Tsunami diampuni dosanya dan Allah masukan dalam Syurga-Nya.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon