5 Desember 2014

Menteri Desa Instruksikan Keuchik Bangun BUMG

GampongRT - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar menginstruksikan kepala desa untuk membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sesuai dengan potensi desa masing-masing. 

Di Provinsi Aceh, kepala Desa di sebut dengan Keuchik. Sedangkan untuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) disebut Badan Usaha Milik Gampong (BUMG). 

Berdasarkan instruksi Kemendes tersebut diatas. "Untuk kemajuan gampong, para bapak keuchik di provinsi Aceh, kiranya dapat mempersiap diri menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Gampong (RPJMG)".

Menurut keterangan Kemendes, dana desa senilai Rp 1,4 miliar untuk tiap desa diperkirakan akan cair mulai April tahun 2015. Karena itu, dia meminta aparatur desa menyiapkan diri untuk memanfaatkan dana itu secara optimal. (Baca: Menteri Desa Himbau Seluruh Desa Segera Bentuk BUMDes) 

Dalam berita humas Kemendes, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar mengajak kepala desa untuk menciptakan "gula-gula" di daerahnya agar mengurangi arus urbanisasi. “Desa harus mampu kreatif agar masyarakatnya mampu menciptakan kemandirian,” ujarnya. 

"Kita ingin membangun dari desa, menciptakan gula gula di desa. Jika desanya maju, warganya tidak perlu ke Jakarta atau jadi TKI," katanya saat mengunjungi desa tertinggal di Desa Sriwedari, Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung Jumat (5/12).

Saat blusukan ke desa itu, Marwan melihat secara langsung rumah-rumah warga yang tertata baik dan menyapa masyarakat setempat. Kedatangannya Menteri Marwan kali ini, dalam rangka percepatan pembangunan kualitas kesehatan berbasis perdesaan atau perdesaan sehat.

Menteri Marwan juga menginstruksikan kepala desa untuk membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sesuai dengan potensi desa masing-masing. "Saya juga nanti membentuk koperasi di desa. Kita ingin membangun dari desa, menciptakan gula gula di desa. Jika desanya maju, kita tidak perlu ke Jakarta atau jadi TKI," ujarnya.

Selain itu, kata Menteri Marwan, tahun depan 5000 desa akan difasilitasi jaringan dan perangkat desa online. "Jadi pak kepala desa, belajarlah komputer agar kita bisa berkomunikasi secara online," katanya.

Di bagian pidatonya, menteri Marwan mengatakan bahwa dana desa Rp 1,4 miliar diperkirakan mulai cair pada April tahun depan. Karena itu, ia meminta aparatur desa menyiapkan diri. "Kami minta aparatur desa mulai siap-siap. RPJMDes harus disiapkan," katanya.

Menteri berharap dana desa itu digunakan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan rakyat. Masyarakat harus bisa mengelolanya untuk kepentingan bersama dan menjadikan desa lebih maju dan lebih mandiri lagi. Dengan dana tersebut, kata Marwan lagi, jangan ada masalah di masa mendatang. "Jangan diselewengkan karena ini untuk hajat hidup orang banyak," ujarnya.

Kesiapan desa akan memengaruhi pelaksanaan pembangunan dan pemberdayaan desa. Pemerintah juga, kata Menteri, akan menyiapkan tenaga pendamping desa untuk mengawal dan membantu implementasi dana desa. "Nanti para pendamping ini akan memberikan asistensi dalam proses pembangunan desa mulai dari perencanaan, pembangunan, hingga pelaporannya," kata Marwan.

Di Pesawaran, seluruh Camat di hadir, termasuk Kepala Desa di Kecamatan Tegineneng. Menteri Marwan secara simbolis menyerahkan bantuan sosial di kabupaten itu sebesar Rp10 miliar. Bantuan itu antara lain berupa alat kesehatan, Pembangkit Listrik Tenaga Surya, kapal feeder, dan bantuan penguatan kapasitas masyarakat serta lembaga kesehatan.

Tahun ini, Kabupaten Pesawaran sudah terbebas dari kategori daerah tertinggal dari 113 kabupaten tertinggal yang masih ada. Namun pemerintah akan tetap memperhatikan hingga benar-benar menjadi desa yang maju. "Kita secara bertahap akan mengurangi daerah tertinggal, tentu dengan kualifikasi yang terukur," ujar Menteri Desa.

Artikel Terkait

Media Informasi dan Edukasi Berdesa


EmoticonEmoticon