8 Desember 2014

Menteri Desa Minta Pengusaha Kembangkan Ekonomi Desa untuk Cegah Urbanisasi

GampongRT - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar mengajak kalangan pengusaha untuk dapat membantu membangun dan mengembangkan perekonomian masyarakat perdesaan. Dengan demikian, ekonomi yang berkembang di desa diharapkan bisa membendung arus urbanisasi ke kota.

“Kecenderungan urbanisasi harus dieliminir dengan membangun desa. Karena salah satu prioritas kinerja pemerintahan sekarang yakni pengurangan kesenjangan. Prioritas lainnya, pembangunan sektor unggulan dan pembangunan kebutuhan dasar,” ujar Marwan, dalam keterangan tertulis yang diterima Senin (8/12/2014) malam.

Menurut Marwan, urbanisasi menyebabkan tingkat pertumbuhan penduduk perkotaan menjadi 2,18 persen per tahun. Angka ini lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 1 persen per tahun. Kemudian, pertumbuhan penduduk di perdesaan menurun sebesar 0,64 persen per tahun.

“Dampaknya, mengakibatkan deformasi struktural dan premature urbanization. Solusi mencegah atau dieliminer dengan membangun perdesaan. Tak hanya itu, juga mengubah paradigma infrastructure follow people menjadi people follow infrastructure,” ujar Marwan Jafar.

Wilayah perdesaan dan daerah tertinggal, menurut Menteri Marwan Jafar, dianggap relatif tidak menarik untuk investasi. Sehingga perlu ada perlakuan khusus bagi daerah tertinggal, misalnya insentif fiskal. “Perlu adanya dukungan dari pengusaha untuk menjalin kerja sama yang dapat menunjang percepatan ekonomi perdesaan,” ujar politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini.

Marwan juga memaparkan, kerja sama sudah dijalin antara kementeriannya dengan Kadin dalam membangun kawasan. Rencananya, akan dibangun pabrik pakan ternak dengan pola kemitraan di Nusa Tenggara Barat (NTB). Selain itu, juga inisiasi pabrik garam, peternakan sapi yang bekerja sama dengan PT Berdikari di Lombok Barat.

“Kerja sama lainnya di Nusa Tenggara Timur untuk pengembangan ternak dan energi terbarukan. Kemudian di Sulawesi akan dikembangkan potensi perkebunan hingga pengembangan listrik tenaga biomassa. Juga di kepulauan Maluku dan dan Maluku Utara untuk industri perikanan,” ujar Menteri Marwan.

Dari hasil kerja sama dengan Kadin itu, Marwan merekomendasikan, agar infrastruktur dibangun lebih dahulu. Sehingga, masyarakat atau investor datang untuk memanfaatkannya. 

“Juga mendorong kebijakan penggalian sumber-sumber pendanaan selain APBN untuk mengembangkan infrastruktur di daerah,” ujarnya. “Dengan mekanisme public-private partnerships, maka lebih efektif dengan menerapkan beberapa kebijakan pendukung seperti pengurangan atau pembebasan pajak, bea maupun tarif,” lanjut dia.

Rekomendasi lainnya, menurut Marwan, meningkatkan kerja sama dengan kementerian atau lembaga pemerintah lain, maupun pihak-pihak swasta dalam Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) atau CSR (Corporate Social Responsibility) dalam penanganan desa dan daerah tertinggal untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri dan sejahtera.

Visi dan misi nasional sekarang ini, kata Menteri Marwan, membangun Indonesia dengan memperkuat daerah dan desa. Kemudian meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing serta mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakan sektor domestik. “Jika kuat dukungan seluruh kalangan, maka Indonesia akan semakin kokoh dan tangguh,” ujarnya

Sumber: http://regional.kompas.com/read/2014/12/08/22092131/Menteri.Desa.Minta.Pengusaha.Kembangkan.Ekonomi.Desa.untuk.Cegah.Urbanisasi

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon