10 Agustus 2015

Supaya Tidak Terkesan Politis, Pemekaran Aceh Utara Harus Punya Road Map

GampongRT - Direktur Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M) Aceh Utara, Sumadi Arsyah mendukung pemekaran kabupaten Aceh Utara, namun gagasan itu harus didukung dengan visi dan tujuan yang jelas.

"Supaya tidak terkesan berbaur politis dan bagi-bagi kekuasaan, tim penggagas perlu membuat road map jangka panjang dan menengah, pada saat terbentuk nantinya kabupaten sudah punya arah pembangunan yang jelas. "Apalagi isu pemekaran dimunculkan dimomen-momen menjelang pilkada, "ujarnya.

Road map itu penting sekali, agar pemekaran kabupaten tidak sekedar ilusi, imaginasi, atau hanya mimpi untuk kemakmuran masyarakat. Kita yakin kalau pemekaran dilakukan untuk tujuan yang benar, masyarakat akan mendukung.

"Tim penggagas kita harapkan agar bergerak cepat untuk memperjuangkan agar pemekaran kabupaten Aceh Utara wilayah barat masuk dalam Desain Besar Penataan Daerah (Desartada) "sebutnya.
Ilustrasi: Kantor Bupati/IST
Seperti dilansir dari situs online acehnationalpost.co, sejumlah tokoh dari enam kecamatan, antara lain Dewantara, Nisam, Nisam Antara, Bandar Baru, Muara Batu dan Sawang mengadakan rapat persiapan pembentukan kabupaten baru yang sudah dicetuskan sejak 10 tahun lalu.

Pembentukan atau pemekaran kabupaten Aceh Utara wilayah barat, pembentukannya dinilai sangat mendesak dalam upaya mendekatkan akses antara rakyat dengan pemerintah.

Rapat yang berlangsung di Balai Desa kantor Camat Dewantara, Minggu kemarin mendapat sambutan positif dari peserta yang hadir. Berbagai masukan mengemuka dalam rapat yang dipimpin Prof A Hadi Arifin mantan rektor Unima.

"Yang sudah positif bergabung enam kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Utara bagian barat, antara lain Dewantara, Nisam, Nisam Antara, Bandar Baru, Muara Batu dan Sawang”, sebut A Hadi.

Lebih lanjut dia memaparkan, pembangunan di enam kecamatan tersebut dengan tingkat populasi penduduk hampir 150 ribu jiwa masih jauh tertinggal. Bahkan, angka kemiskinan dan pengagguran sangat memprihatinkan.

Ikut memberi pandangan, Drs Marzuki Abdullah, mantan Sekwilda Aceh Utara, menurut informasi yang diperoleh dari Kementrian Dalam Negeri, tahun 2015 setidaknya ada 140 lebih kabupaten yang sudah mengajukan untuk dimekarkan.

Kesempatan memekarkan Aceh Utara sangat terbuka, bahkan Pak Cek Mad, Bupati Aceh Utara serta sejumlah anggota DPRK ikut mendukung. Apalagi cita cita melahirkan kabubaten wilayah barat Aceh Utara mendapatkan didukung penuh oleh ulama

“Rencana pembentukan kabupaten wilayah barat Aceh Utara sebenarnya sudah dideklarasikan di masjid Paloh Gadeng Kecamatan Dewantara tahun 2008 lalu sekalian pebentukan panitia”, ujar Prof A Hadi usai rapat. Dijelaskan, dalam rapat lanjutan nanti panitia yang sudah terbentuk itu akan diremajakan kembali.[*]

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon