14 Oktober 2015

Publik Pertanyakan Rekrutmen Pendamping Desa yang Tak Transparan

GampongRT - Desa Membangun Indonesia: Puluhan massa Jaringan Pemantau Pendampingan Desa (JP2D) Jawa Barat, menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Jabar, Jalan soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin, 14 September 2015.

Ilustrasi
Aksi tersebut merupakan bentuk protes massa yang menilai BPMPD Jabar gagal melaksanakan proses rekrutmen pendamping desa.

"Kita menuntut hasil akhir dari proses rekrutmen pendamping desa ini. Jabar merupakan provinsi yang keterlambatannya jauh sekali. Provinsi lain sudah selesai melakukan rekrutmen. Sosialisasi di Jabar juga minim, hanya dari media," kata Taufik Nurrohim, koordinator aksi, di lokasi unjuk rasa.

Menurut Taufik, ketika proses pemberkasan rekrutmn, rekan-rekannya yang datang ke BPMPD ada yang ditolak dan dipersilakan mengirim berkas lewat surat.

"Rekan-rekan yang ditolak diminta mengirim berkas lewat surat sesuai Po Box yang telah diberikan pihak BPMPD, namun ketika kita cek di beberapa daerah, banyak PT Pos yang tidak mengetahui alamat Po Box tersebut. Di sini kami ingin menanyakan apakah itu alamat palsu atau seperti apa," ujarnya.

Taufik berharap dengan aksi tersebut proses perekrutan ke depannya bisa dilakukan oleh lembaga yang kredibel. "Rekrutmen kan tidak hanya hari ini, tapi berjenjang enam bulan ke depan. Kasihan rekan-rekan dari daerah yang ingin mendaftar ke sini ditolak dan disuruh kembali lagi ke daerah," katanya.

Sementara aksi demo terus berlangsung, pantauan metrotvnews.com di lapangan, massa aksi bergerombol dan meneriakkan orasi ketidakpuasan mereka terhadap perekrutan pendampingan desa ini.

Aksi dilanjutkan dengan teatrikal menggigit tiga tikus putih lalu di cabik-cabik dan dilemparkan ke halaman dalam kantor BPMPD Jabar. (
Sumber: metrotvnews.com)

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon