22 Desember 2015

Bank Dunia: Dana Desa Dalam Masalah Besar

GampongRT - Bank Dunia melihat masih banyaknya masalah dalam penyaluran Dana Desa. Dikhawatirkan memicu kesenjangan ekonomi antar daerah.

Ekonom Bank Dunia untuk Indonesia, Ndiame Diop mengatakan, masalah utama dalam penyaluran dana desa adalah pemerataan. Karena, belum seluruh desa yang sudah menikmati manfaat dari program tersebut.

Ternyata, pemicu ketidakmerataan dalam penyaluran dana desa akibat rumusan 90% dana desa disalurkan merata di tiap desa. Dan, hanya 10% yang dibagikan menurut kriteria demografis dan geografis.

Kata Diop, populasi penduduk miskin di setiap desa, sangatlah berbeda. Dengan adanya rumusan 90% itu, dikhawatirkan tidak meratanya penyaluran. "Dengan rumusan ini, desa yang penduduknya sedikit bisa menerima dana desa dalam jumlah lebih besar di banding desa yang penduduknya padat. kata Diop di Jakarta, Selasa (15/12/2015).

Diop menilai, mekanisme penyaluran dana desa ini, haruslah menjadi fokus pemerintah. Apalagi, anggaran dana desa naik 200% menjadi Rp 46 triliun (2016). Sementara pada 2015, dana desa ditetapkan Rp 20,7 triliun pada 2015. (Baca: Menteri Marwan: Penyaluran Dana Desa di Atas 91%).

Selain menyoal masalah distribusi dana desa, papar Diop, bank dunia menilai masih rendahnya kapasitas aparat desa sebagai hambatan yang seringkali terjadi.

Dengan minimnya kapasitas aparatur desa, kata Diop, menjadi ancaman serius bagi optimalisasi penggunaan dana desa yang bertujuan untuk perbaikan kesejahteraan masyarakat.

"Sejumlah penundaan pencairan dana desa tahun ini yang signifikan menujukkan kurangnya persiapan pemerintah daerah dan desa," papar Diop.

Namun, di samping beberapa permasalahan tersebut, Diop memuji adanya kenaikan alokasi dana desa. Alasannya, dana desa dapat melipatgandakan belanja sektor produktif, terutama untuk membangun infrastruktur daerah.

Ekonom CRECO Research Institue Raden Pardede mengatakan, masalah serius di dari anggaran dana desa adalah penggunaannya yang tidak optimal.

Saat Wakil Presiden Jusuf Kalla berkunjung ke Nusa Tenggara Barat (NTB), beberapa waktu lalu, dana desa yang diterima sebuah desa sebesar Rp 400 juta. Dana tersebut dimanfaatkan untuk pembangunan jalan desa yang panjangnya 670 meter. Jadi, memang cukup minimalis.[]

Keterangan foto: Ekonom Bank Dunia untuk Indonesia, Ndiame Diop (Istimewa)

Sumber: inilah.com

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon