11 Januari 2016

Indek Kesulitan Geografis Gampong Se-Kecamatan Sawang Tahun 2016


Dalam peraturan disebutkan Rincian Dana Desa setiap Desa berdasarkan alokasi yang dihitung dengan memperhatikan jumlah penduduk, angka kemiskinan, luas wilayah, dan tingkat kesulitan geografis setiap desa.

Angka kemiskinan Desa dan Tingkat Kesulitan Geografis Desa masing-masing
ditunjukkan oleh jumlah penduduk miskin desa dan IKG Desa. Dalam Peraturan Kemekeu PMK 247 tahun 2015 disebutkan, IKG Desa disusun dan ditetapkan oleh bupati/walikota berdasarkan data dari kementerian yang berwenang dan/ atau lembaga yang menyelenggarakan urusan pemerintah di bidang statistik.
IKG Desa ditentukan oleh beberapa faktor, meliputi: Ketersediaan Prasarana Pelayanan Dasar, Kondisi Infrastruktur dan Aksesibilitas/Transportasi. 
Indeks Kesulitan Geografis (IKG) Gampong Se-Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara Tahun 2016 Menurut PMK 247.

Gampong Lagang (49,81), Abeuk Reuling (53,76), Lhok Krek (55,26), Lhok Meurebo (49,68), Glee Dagang (45,61), Kuta Meuligoe (43,99), Gampong Teugoh (30,85), Babah Buloh (44,04), Meunasah Pulo (51,52), Punteut (53,33), dan Gampong Pante Jaloh (49,32).

Selajutnya, Gampong Lhok Kuyun (43,97), Blang Reuling (41,04), Lhok Gajah (52,05), Teuping Reuseb (45,51) Ulee Geudong (39,25), Tanjong Keumala (53,56), Cot Keumuneng (50,07), Cot Lambideng (53,24), Paya Gaboh (43,72), Paya Rabo Lhok (43,72), Paya Rabo Timu (53,24),dan  Lancok (55,30).

Selanjutnya, Gampong Rambong Payong (51,95), Lhok Bayu (56,80), Krueng Baro (60,56), Babah Krueng (42,54), Jurong (47,22), Blang Mayak (59,37), Lhok Jok (56,08), Blang Teurakan (43,36), Sawang (38,06) Riseh Baroh (50,44), Riseh Teugoh (40,05), Riseh Tunong (44,47), Gunci (49,85), dan Gampong Kubu (51,96).
Dari data diatas, Gampong Krueng Baro menepati kesulitan geografis teratas dengan IKG 60,56, kedua Gampong Blang Mayak 59,37, ketiga gampong Lhok Bayu 56,80.
Sebelumnya, pada tahun 2015 Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), dan Transmigrasi (Kemendesa) telah meluncurkan Indeks Desa Membangun (IDM).

Lihat: Indeks Desa Membangun (IDM)

Indeks Desa Membangun (IDM) meletakkan prakarsa dan kuatnya kapasitas masyarakat sebagai basis utama dalam proses kemajuan dan keberdayaan Desa yaitu meliputi aspek ketahanan sosial, ekonomi dan ekologi. Sehingga indeks ini difokuskan pada upaya penguatan otonomi Desa melalui pemberdayaan masyarakat.

Melalui pengembangan paradigma dan konsep baru tata kelola Desa secara nasional, berlandaskan prinsip keberagaman serta mengedepankan asas rekognisi dan subsidiaritas, tidak lagi menempatkan Desa sebagai “latar belakang Indonesia”, melainkan sebagai “halaman depan Indonesia”. []

Foto ilustrasi GRT

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon