22 November 2016

2017 Dana Desa untuk Pengembangan dan Penguatan Ekonomi

Ayo Bangun Desa - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mengalokasikan 70 persen dana desa untuk pengembangan dan penguatan ekonomi desa. Adapun 70 persen dari Rp1 miliar dana desa 2016 difokuskan pada pembangunan infrastruktur desa untuk 2017.


Ilustrasi: Dana Desa 2017
"Pak Presiden ingin dana desa di 2016 fokus untuk pembangunan infrastruktur desa. Tahun depan, Pak presiden meminta untuk fokus pada pengembangan dan peningkatan perekonomian desa," ujar Dirjen Pembangunan Kawasan Pedesaan kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Johozua M. Yoltuwu, di sela Expo Indonesia Bagian Timur (IBT) di Surabaya, Senin, 21 November malam.


Menurut Johozua, salah satu bentuk pengembangan ekonomi desa yang dapat dilakukan adalah dengan mengangkat produk lokal yang masih bersifat konvensional. Pengembangan tersebut meliputi pendampingan untuk packaging, labeling, dan quality control.

"Sehingga merek produk lokal bisa diterima secara global. Nantinya kami harapkan satu desa memunculkan satu merk lokal," katanya.

Proporsi penggunaan dana desa pada 2016, lanjut Johozua, 70 persen untuk infrastruktur dan 30 persen untuk pengembangan ekonomi. Sementara di 2017 sebaliknya, yakni sebanyak 70 persen untuk pengembangan ekonomi dan 30 persen untuk pembangunan infrastruktur.

"Pembangunan infrastruktur ini dapat berupa pembangunan jalan desa nonstatus (lepas dari tanggung jawab Kemen PU), pembangunan gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan lainnya," ujarnya.

Menurut dia, Indonesia bagian timur salah satu yang daerah yang memiliki potensi cukup tinggi. Mulai dari sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan pariwisata. Saat ini, kata dia, telah ada pembeli dari Hingkong untuk pengembangan sagu di Papua seluas 89.000 hektare (ha), juga ada investor yang tertarik untuk pengembangan perikanan di Nabire.

"Kami ingin nantinya mereka bukan hanya melakukan pengembangan bahan baku saja, tetapi juga pengolahan menjadi barang setengah jadi, dan Surabaya menjadi gerbang atau pintu untuk pengembanan ekonomi di Indonesia timur," ujarnya.


IBT expo merupakan pameran produk-produk yang berasal dari Indonesia Timur. Pameran tersebut bekerja sama dengan 11 provinsi, yakni Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.

Dalam pameran itu, disuplai dan informasi produk berupa komoditas pertanian, perikanan, kelautan, pertambangan, pariwisata, dan komoditas kreatif, juga dilakukan penandatanganan MoU‎ berikut penandatanganan prasasti lBT Center. Sejumlah potential buyers dari dalam negeri maupun luar negeri akan hadir dalam expo bertajuk Expo IBT 2016 itu dengan target 5.000 pengunjung. (MTN)

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon