30 November 2016

Lewat BUMDes, Dana Desa Diharapkan Jadi Pendorong Pertumbuhan Ekonomi

Ayo Bangun Desa - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Sandjojo mengatakan, target utama program dana desa bukan sekadar memenuhi pembangunan di desa, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dok Kemendesa.
“Agar jadi pengungkit, desa perlu badan usaha yang bisa menghasilkan uang. Untuk itulah kita bentuk BUMDes (Badan Usaha Milik Desa),” ujarnya dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (29/11/2016).

Menteri Eko mengatakan, Indonesia saat ini telah masuk 20 besar ekonomi dunia tepatnya pada urutan ke 16.

Meski demikian lanjut Eko, masih banyak masyarakat Indonesia yang dilanda kemiskinan. Bahkan masih banyak desa-desa yang masuk kategori sangat tertinggal.

Untuk itu, melalui dana desa, pemerintah bertekad untuk membangun Indonesia dari desa-desa.


“Desa-desa yang maju punya ciri khas yang sama yakni fokus pada satu produk tertentu, dan memenuhi skala produksi. Karena skala produksi yang cukup itu, biaya distribusi jadi murah,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama BNI Suprajarto mengatakan, ada banyak potensi yang bisa dikembangkan oleh desa.

Untuk itu, pihaknya akan membantu pemerintah dengan memberikan pendampingan secara terus menerus kepada BUMDes. Ia berjanji akan menghubungkan BUMDes dengan nasabah-nasabah BNI yang memiliki usaha besar.

“Nanti akan kita sambungkan dengan nasabah kami (BNI) yang besar seperti distributor baja, distributor minyak goreng dan sebagainya. Nanti BUMDes bisa jadi agen,” pungkasnya.

Pemerintah akan terus menaikkan anggaran dana desa. Dana desa dianggarkan Rp 47 triliun pada 2016, dan akan ditingkatkan menjadi Rp 60 triliun pada 2017. (Kompas.com)

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon