16 Januari 2017

2025, Pemerintah Targetkan Seluruh Desa Teraliri Listrik

Ayo Bangun Desa - Meskipun di desa itu banyak potensi listrik yang bisa dikembangkan, seperti tenaga air, pembangkit dengan bahan nabati, tenaga surya, biogas, dan termasuk tenaga angin. 

Namun, potensi yang ada di desa belum digarap sungguh-sungguh dan konsisten. "Sehingga diakui bahwa masih banyak masyarakat di kawasan perdesaan yang belum mendapatkan pelayanan listrik dengan baik".
Pembangkit Listrik Air Desa/Ilustrasi: IST
Untuk memenuhi pelayanan listrik yang baik dan berwalitas di tanah air.  

Pemerintah akan melaksanakan percepatan penyediaan tenaga listrik dalam jumlah yang cukup, kualitas yang baik, dan harga yang wajar bagi masyarakat yang berada di perdesaan belum berkembang, perdesaan terpencil, perdesaan perbatasan, dan pulau kecil berpenduduk yang belum mendapat penyediaan tenaga listrik.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI telah mengeluarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 38 Tahun 2016 tentang Percepatan Elektrifikasi di Perdesaan Belum Berkembang, Terpencil, Perbatasan dan Pulau Kecil Berpenduduk Melalui Pelaksanaan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik Skala Kecil.


Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arcandra Tahar, secara resmi merilis Peraturan Menteri ESDM No. 38/2016 tersebut,
di Kantor Direktorat Jenderal Ketenagalistrikkan, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Senin 16 Januari 2017.

Arcandra Tahar mengatakan, program elektrifikasi harus dipercepat. Hal itu sesuai dengan Nawacita dan Trisakti Pemerintah, yaitu Membangun Indonesia dari Pinggiran.


"Salah satu implementasi kita membangun dari pinggirian adalah dengan mempercepat elektrifikasi. Seperti yang telah dilaporkan rasio elektrifikasi kita 91,1 persen. Pada akhir tahun 2019, 97 persen. Tentu tahun 2025 diharapkan 100 persen. Seluruh desa bisa teraliri listrik," kata Arcandra.[]

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon