22 Maret 2017

Mendes PDTT Ajak Mahasiswa Jadi Pengusaha Berbasis Desa

Ayo Bangun Desa - Mempercepat pembangunan di desa-desa, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengajak perguruan tinggi terlibat langsung dalam proses pembangunannya.
Mempercepat pembangunan di desa-desa, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengajak perguruan tinggi terlibat langsung dalam proses pembangunannya.
Foto: Kemendesa PDTT
"Partisipasi dari Perguruan Tinggi sangat kita harapkan dalam proses pembangunan desa, saat ini kami di Kemendes PDTT punya wadah Forum Perguruan Tinggi untuk Desa (Pertides) dengan kajian-kajiannya bisa membantu proses pembangunan desa. 

Selain itu, kami ada 15.000 KKN Tematik di desa-desa tertinggal," ujar Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo, saat memberikan Kuliah Umum Penguatan Peran Perguruan Tinggi dalam Pembangunan Daerah dan Masyarakat Desa di Universitas Prof.Dr.Moestopo (Beragama) di Jakarta, beberapa waktu yang lalu.

Di Indonesia terdapat 4,91 Juta mahasiswa di 4.314 Perguruan Tinggi. 79 Perguruan Tinggi di antaranya telah menandatangani MoU dengan Kemendes PDTT.

Dalam kesempatan itu, Menteri Eko menjelaskan kompleksitas permasalahan di desa beserta potensi unggulan yang ada di dalamnya yang perlu dikaji bersama dengan civitas akademika. Menurut dia, perlu ada bisnis model yang jelas untuk membangkitkan perekonomian di desa-desa. Eko Sandjojo memandang peran perguruan tinggi bisa masuk di dalamnya.

Ia menjelaskan, dari total 125 juta angkatan kerja di Indonesia, 58,4 juta berada di desa. Jika rata-rata pendapatan Rp 2 juta/bulan maka Rp 116,8 juta triliun uang beredar di desa. Artinya, setiap tahun akan terdapat Rp 1.402 triliun uang yang beredar di desa. Tingginya tingkat perputaran uang di desa akan meningkatkan aktivitas ekonomi di desa. Hal tersebut berdampak pada pertumbuhan ekonomi di desa dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional dengan pesat.

"Saya berharap kalian punya kemungkinan besar untuk menjadi pengusaha yang basic (basis,Red)-nya di desa-desa, salah satunya dengan pengembangan BUMDes," Ajaknya di hadapan ratusan mahasiswa pascasarjana Universitas Moestopo. 

Lebih jauh, Menteri menambahkan kementeriannya saat ini memiliki empat program prioritas untuk mempercepat pembangunan desa. Pertama, Produk Unggulan Desa (Prudes), kedua, pembuatan embung, ketiga, pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), keempat, sarana olahraga.

Keempat program tersebut, bisa menggunakan Dana Desa. Anggaran Dana Desa yang tiap tahun meningkat signifikan adalah salah satu bukti keseriusan pemerintahan Kabinet Kerja dengan Nawacita ketiga, membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

Di awal pelaksanaanya pada 2015, Dana Desa berperan untuk meredam pertumbuhan ekonomi maka basic-nya pembangunan infrastruktur. Pada tahun 2016 dan 2017 diperlebar lagi untuk pemberdayaan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.

"Dengan adanya Dana Desa, punya impact pada pertumbuhan ekonomi di desa, pertumbuhannya mencapai 12%, dan pada 2016 penyerapan Dana Desa mencapai 96%" tambahnya.

Peran perguruan tinggi dalam pembangunan desa, daerah tertinggal dan transmigrasi dapat melalui pengembangan sumber daya alam, pengembangan sumber daya manusia, pengembangan teknologi tepat guna dan pengembangan perekonomian desa. 

Pada kesempatan yang sama, Dirjen Otda Kementerian Dalam Negeri, Soni Sumarsono mengatakan harus ada konektivitas implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang berkontribusi pada pembangunan mental dan fisik.

"Perlu adanya koordinasi antara Perguruan Tinggi dengan badan pembangunan daerah dalam hal penelitian dan pendampingan," tutupnya.

Kemendesa PDTT

Artikel Terkait

Media Informasi dan Edukasi Berdesa


EmoticonEmoticon