10 Oktober 2014

Google Adsense sebagai "Pendapatan Desa"

Tags

Anda pasti sudah mengetahui apa itu Google AdSense. Google AdSense adalah program afiliasi pemasangan iklan yang ditawarkan oleh Google. Untuk menjadi mitra iklan Google AdSense kita harus mendaftarkan diri, agar bisa ikut serta dalam program tersebut. 

Setelah pendaftaran diterima oleh team Google, kita tinggal meletakkan beberapa baris sintaks JavaScript yang disediakan oleh Google untuk tanpil di website atau blog yang kita kelola. 


Sebagai mitra, kita akan dibayar oleh Google dalam bentuk dollar (US$) setiap ada orang yang mengklik iklan di website atau blog kita. Google melarang setiap mitra afiliasi melakukan klik iklan sendiri dengan cara apa pun, "kecuali jika mendapatkan izin atau persetujuan dari Google". 


Selain dilarang melakukan klik iklan sendiri, setiap mitra afiliasi Google AdSense harus mematuhi pedoman konten. Konten yang tidak boleh dicantumkan atau ditautkan pada website kita antara lain; konten ponografi, dewasa, vulgar, kekerasan, dan lain-lain. Setiap program afiliasi sudah pasti ada rambu-rambu yang harus di patuhi oleh mitra. Untuk dapat menjadi mitra Google AdSense, sangat disarankan Anda membaca Kebijakan Google AdSense.


Keterkaitan dengan judul Google AdSense, sebagai Pendapatan Desa. Berangkat dari pemikiran, bahwa sebagian desa-desa di Indonesia sudah memiliki website desa. Ini bertanda masyarakat desa sudah terkoneksi dengan informasi dan teknologi. 


Sekarang masyarakat desa, tidak lagi sebagai penerima informasi, namun sudah bertindak sebagai pengolah dan pengirim informasi. Dengan adanya website desa, potensi, budaya, dan adat desa yang sebelumnya belum diliput oleh media sekarang sudah dapat diketahui oleh publik.


Pemerintahan Desa atau Gampong (Aceh) merupakan unit terdepan dalam pelayanan kepada masyarakat atau warga. Dalam usaha meningkatkan pendapatan desa atau gampong, website atau blog desa tepat kiranya kalau bermitra dengan program Google AdSense..? Strategi ini bisa menambah pendapatan desa, minimal cukup untuk tim pengelola website.


UU No 6 tahun 2014 tentang Desa memberikan payung hukum atas BUMDes sebagai pelaku ekonomi yang mengelola potensi desa secara kolektif untuk meningkatkan kesejahteraan warga desa.


Badan Usaha Milik Desa adalah Lembaga Usaha Desa yang dikelolah oleh Masyarakat dan Pemerintah Desa/Gampong dalam upaya memperkuat perekonomian desa dan di bentuk berdasarkan kebutuhan, karakteristik, dan potensi desa. 


Ada ungkapan yang menyebutkan, "tanpa adanya desa atau gampong, mustahil ada provinsi dan kabupaten/kota, tanpa provinsi dan kabupaten/kota, maka gampong/desa tidak dapat berbuat banyak karena semua kebijakan bermuara dari atas". 

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon