29 Agustus 2015

SDM Desa Kurang Terlatih, Mendes Siapkan Balai Pelatihan

GampongRT - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar akan mengoptimalkan balai pelatihan pemberdayaan di beberapa kota di Indonesia, untuk melatih sumber daya manusia (SDM) masyarakat perdesaan agar maksimal dalam menggarap potensi desanya.

Marwan mengatakan, Upaya itu diharapkan agar dana desa yang sudah dikucurkan dapat dimanfaatkan secara prioritas untuk meningkatkan ekonomi desa.

"Jangan sampai tujuan besar memperkuat ekonomi desa melalui program dana desa, menjadi sia-sia. Karena masyarakatnya tidak tahu memanfaatkannya. Seharusnya dana desa, justru menjadi pemicu bagi masyarakat untuk menjajaki dan mengelola potensinyan" ujar Menteri Marwan saat meninjau Balai Pelatihan Transmigrasi di Denpasar, Sabtu (29/8).


Ia mengatakan balai pelatihan harus dimaksimalkan fungsinya untuk pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, sebelum dilatih pemerintah akan survey terlebih dahulu potensinya desa. Setelah itu, barulah pemerintah memberi pelatihan yang disesuaikan dengan wilayahnya.

Marwan juga berniat membuat agar balai pelatihan tersebut, lebih dilengkapi sarana dan prasarana pendukungnya. Sehingga tidak hanya sekedar untuk pelatihan masyarakat desa, tetapi berfungsi untuk pelatihan bagi transmigrasi.

"Yang pelatihan transmigran sebelum diberangkatkan, itu yang juga sangat penting. Agar para transmigran mampu mengelola kawasan barunya. Ada lahan yang ditanami. Calon transmigran dilatih mengolah tanahnya agar subur, pembuatan pupuk, dan lainnya. Kemudian diperkenalkan juga teknologi terbarukan untuk mengoptimalkan hasilnya," jelasnya.

Menurut Marwan, potensi desa yang luar biasa tidak sebanding dengan kemampuan masyarakat untuk menggarap. Penyebabnya, masyarakat belum tahu apa yang harus dilakukannya.

"Misalnya ada potensi pohon bambu.Bisa dijadikan banyak kerajinan kreatif yang dimanfaatkan, seperti ukiran, alat musik, anyaman, dan lainnya," katanya.

Kreatifitas kerajinan itu, lanjutnya, sangat terbuka peluang pasarnya. Terlebih Bali merupakan kawasan wisata terlaris di Indonesia yang banyak dikunjungi dari mancanegara. "Orang asing ternyata suka dengan sesuatu hal yang unik-unik. Nah, ini yang harus dikembangkan dan terus. Dipasarkan," ujarnya lagi.

Dia menambahkan, dana desa tersebut yang akan menjadi modal utamanya. Modal itu harus dibarengi oleh SDM masyarakatnya. "SDM kuat, dana desa tidak akan sia-sia dikucurkan," ucapnya. (Baca: Kemendagri Segera Adakan Pelatihan Aparatur Desa)


Sumber: Republika.co.id

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon