9 Februari 2016

Bagaimana Google Membantu Ekonomi Digital Indonesia?

Tags


Bagaimana Google Membantu Ekonomi Digital Indonesia?

Google memiliki sejumlah program untuk mendorong pengembang lokal meningkatkan keahliannya. Misalnya saja program Launchpad Week, Android Academy, dan Android One Hack for Impact yang dirancang untuk membantu para pengembang menemukan cara paling efektif agar aplikasi mereka bisa menarik penggemar. 

Saat ini kami telah merangkul lebih dari 6000 pengembang di Indonesia.

Belum lama ini ada delapan startup dari tanah air yang dikirim ke markas Google di Amerika Serikat untuk mengikuti program accelerator. Masing - masing startup menerima 50.000 dollar Amerika dalam pendanaan equityfree funding, dua minggu mentoring di kantor Google di California, dan tambahan enam bulan mentoring setelah mereka kembali ke tanah air. 
Program Gapura kami yang dimulai tahun 2014 telah membantu ribuan Usaha Kecil Menengah (UKM)

di Indonesia. Melalui program ini, para pakar di Google mengadakan seminar dan memberikan saran mengenai bagaimana memulai bisnis secara online. Dalam workshop yang diadakan di Jakarta, Bandung, Denpasar, Surabaya dan Makassar, pemilik bisnis yang berhasil bisa berbagi pengalaman dengan ratusan peserta.


Tahun 2015, kami meluncurkan Google Bisnisku, sebuah platform gratis yang dapat membantu bisnis apapun agar dapat dicari lebih mudah pada penelusuran (search). Google Bisnisku merupakan contoh komitmen untuk membuat bisnis online di Indonesia semakin mudah. 

Bagaimana Google melihat Indonesia sebagai Pasar Teknologi Digital?


Sebagian besar orang di Indonesia pertama kali menggunakan internet melalui perangkat seluler. Saat ini, lebih banyak masyarakat yang memiliki telepon pintar dibandingkan komputer meja. Hal ini merupakan peluang bagi para pelaku bisnis. Adanya iklan yang diperuntukkan bagi seluler dari Google membantu pemasar untuk menjangkau konsumen melalui telepon pintar.

Selain itu, masyarakat juga diuntungkan dengan kemudahan mengakses informasi langsung dari aplikasinya. Misalnya, saat data publik dapat diakses secara terbuka, para pengembang dapat menciptakan aplikasi yang membantu siapapun menemukan pusat kebugaran, transportasi umum, dan fasilitas umum lain yang penting bagi masyarakat.

Seperti apa proyeksi manfaat percepatan pembangunan fixed broadband?

Seperti yang dilaporkan Deloitte Access Economics, keikutsertaan UKM dalam bidang digital yang diiringi dengan penetrasi broadband sebesar dua kali lipat dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar dua persen. Angka tambahan ini diperlukan untuk mencapai target pertumbuhan tujuh persen sesuai 
kriteria “negara berpenghasilan menengah” sebelum 2025. Menurut Deloitte, melalui bisnis online, UKM dapat meningkatkan pendapatan hingga 80 persen.

Strategi apa yang dapat dilakukan agar e-commerce Indonesia
menjadi lebih bersaing?


Salah satu tantangan di Indonesia dan Asia Tenggara adalah mengenai sistem pembayaran. Berbeda dengan di Amerika Serikat, Jepang dan negara-negara Eropa, penetrasi kartu kredit di Indonesia sangat rendah. Tidak banyak masyarakat yang membayar dengan kartu kredit.


Di Google Play Store kami mencoba mengatasi hal ini dengan memperkenalkan beragam cara pembayaran, di antaranya dengan potong pulsa. Di Indonesia kami bekerja sama dengan Telkomsel, Indosat, dan XL/Axis. Masyarakat dapat melakukan pembayaran dengan mudah untuk pembelian di dalam aplikasi menggunakan tagihan teleponnya.

Apakah talenta industri digital Indonesia sudah cukup mumpuni?

Hal yang luar biasa adalah kami lihat antusiasme para pengembang muda sangat tinggi. Dengan berinteraksi di komunitas teknologi, pemerintah dapat menemukan rekan untuk bekerja sama di berbagai bidang. Situasi ini akan menguntungkan kedua belah pihak, baik pengembang maupun Pemerintah.

Pemerintah juga dapat memperoleh manfaat ekonomi dari penggunaan aplikasi. Pada kasus GoJek dan GrabBike misalnya, platform mereka membantu ratusan ribu pengojek (yang merupakan pekerja sektor informal) memperoleh pendapatan yang lebih baik. Platform e-commerce dan

marketplace juga memungkinkan usaha kecil mencapai konsumen baru untuk pengembangan bisnis.

Google Indonesia telah bekerja sama dengan sejumlah pengembang, desainer, dan mahasiswa yang berbakat. Kami melihat ada potensi yang besar. Selain Accelerator Launchpad, kami juga telah mengembangkan program Launchpad Week Jakarta guna membantu startup merencanakan bisnis mereka di tahap awal. 

Kami juga terinspirasi dengan ide-ide yang muncul dari program Google Hackfair dan Android One Hack For Impact yang mendukung para pengembang menciptakan aplikasi untuk mengatasi permasalahan penting, seperti transportasi, kesehatan, dan pendidikan.

Pada Google Hackfair bulan Desember 2015, ada pameran 38 proyek yang diciptakan oleh masyarakat Indonesia. Kegiatan tersebut juga dihadiri lebih dari seribu peserta serta 848 pengembang baru. Sebanyak 25 persen diantaranya adalah perempuan.Mereka semua diberikan pelatihan di Android Academy kami di lima kota yaitu Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, dan Semarang.

Kebijakan apa yang bisa mendukung hal ini?

Agar bisnis online Indonesia dapat berkembang, para pelaku e-commerce memerlukan kerangka kerja regulasi yang ketat dan mendukung. Kami memahami bahwa pemerintah bekerja sama dengan sejumlah pemangku kepentingan guna menciptakan kerangka kerja tersebut. 

Kami cukup termotivasi melihat berbagai organisasi yang mendukung hal ini. Contohnya saja Indonesian E-commerce Association (idEA) yang menerima masukan dari pelaku perdagangan). Begitu pula dengan berbagai organisasi lain yang ikut terlibat dalam setiap dialog.untuk pengembangan ekosistem online. Baca: Google, Turut Benahi Digital Ekonomi Indonesia

Foto: Shinto Nugroho/Google+

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon