19 Januari 2017

Desa Nglanggeran, Desa Wisata Terbaik Se-ASEAN

Ayo Bangun Desa - Desa satu ini memang layak mendapat predikat demikian sebab punya sederet daya tarik yang bisa memikat setiap wisatawan.

Masyarakat Indonesia kembali dibuat bangga lantaran pariwisata Indonesia terus menorehkan prestasi di kancah internasional. Prestasi yang diraih kali ini adalah dinobatkannya Desa Nglanggeran di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta sebagai desa wisata terbaik ASEAN tahun 2016. Seperti dilansir dari travel.dream.co.id.
Embung Kebun Buah Nglanggeran/Foto: Web Desa Nglanggeran
Desa satu ini memang layak mendapat predikat demikian sebab punya sederet daya tarik yang bisa memikat setiap wisatawan. Mulai dari keindahan hingga kearifan lokalnya. Desa Nglanggeran berada di Kecamatan Patuk, di atas perbukitan, sekitar 30 menit saja dari pusat kota Yogyakarta.

"Desa ini memiliki 2 keunggulan destinasi, yakni Ekowisata Gunung Api Purba dan Embung Nglanggeran," jelas Larasati Sedyaningsih, PIC Tim Percepatan Destinasi Borobudur Kementerian Pariwisata, melalui keterangan pers tertulis, Rabu, 18 Januari 2017.

Gunung Api Purba itu merupakan gunung batu dari karst. Untuk mencapai puncak dibutuhkan 1,5-2 jam. Sedangkan Embung Nglanggeran adalah bangunan berupa kolam yang diperuntukkan menampung air hujan serta mengumpulkan air dari sumber Sumurup yang terletak di Gunung Api Purba.

Selain itu, desa wisata ini juga memiliki program "live in" yaitu kegiatan menginap di homestay serta melakukan aktivitas sehari-hari sekaligus berinteraksi dengan penduduk.

Menindaklanjuti prestasi yang diraih Desa Nglanggeran, Kemenpar pun tak tinggal diam. Sejumlah langkah akan dan sedang dilakukan.

"Homestay mereka (Nglanggeran) segera harus difasilitasi untuk masuk ke ITX–Indonesia Travel Xchange, digital market place platform yang diendors Kemenpar untuk membantu selling, dan mempertemukan dengan seluruh buyers dari manapun juga di seluruh dunia," jelas Menpar Arief Yahya.

Menpar juga sudah mempersiapkan platform untuk membantu membuat pemilik homestay desa wisata itu semakin profesional. " Saya ingin yang selama ini dikelola dengan semangat koperasi itu menjadi korporasi. Saya akan buatkan mereka format laporan keuangan yang simple, laba rugi, neraca, cash flow, secara sistemik dan digital. Itu akan membuat mereka semakin maju dan tertib dalam mengelola bisnis homestay-nya," tutur Arief Yahya.

Di samping itu, demi memudahkan akses wisatawan menuju Desa Nglanggeran dan sejumlah destinasi di Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang), Presiden Joko Widodo juga berencana melakukan groundbreaking pembangunan Bandara Kulon Progo pada tanggal 23 Januari 2017. Ditargetkan bandara ini sudah bisa beroperasi pada Juni 2019.[]

Artikel Terkait

Media Informasi dan Edukasi Berdesa


EmoticonEmoticon