23 Januari 2017

Total Dana yang masuk ke Desa Rp 680 Triliun

Ayo Bangun Desa - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Menteri Desa) Eko Putro Sandjojo mengatakan, di era pemerintahan Presiden Joko Widodo, desa mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah pusat. Hal ini terlihat dari peningkatan dana yang masuk langsung ke desa. Tahun ini saja, total dana yang masuk ke desa lebih dari Rp 680 triliun.
Kementerian Desa PDTT bekerjasama dengan Kementerian Ketenagakerjaan melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan BPJS Ketenagakerjaan mengenai penyelenggaraan jaminan kesehatan kepada Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri dan Tenaga Pendukung termasuk para Pendamping Desa Kemendesa, PDTT.
Foto: Kemendesa, PDTT
“Sebenarnya bukan hanya dana desa sebesar Rp 60 triliun di tahun 2017, tapi ada dana bagi hasil dan juga alokasi dana desa dari kabupaten ditambah dana dari 19 kementerian. Jadi total dana yang masuk langsung ke desa tahun ini sekitar Rp 680 triliun,” kata Eko Sandjojo di sela-sela penandatanganan nota kesepahaman dengan BPJS Ketenagakerjaan mengenai penyelenggaraan jaminan kesehatan kepada pegawai pemerintah non pegawai negeri di bawah naungan Kemdes PDTT, Jakarta, Senin (23/1).

Menurut Mendes, dana yang disalurkan ke desa akan terus meningkat pada tahun mendatang. Dana Desa sendiri terus mengalami peningkatan, berawal dari Rp 28,7 triliun (2015) naik menjadi Rp 47 triliun (2016), Rp 60 triliun di tahun 2017 dan rencananya mencapai Rp 130 triliun di tahun mendatang. “Karenanya sangat penting kerja sama antara kementerian dan lembaga. Dana yang besar ini harus disinergikan, sehingga memberikan daya ungkit yang besar kepada masyarakat desa,” kata Eko.

Menurut Eko, saat ini pemerintah fokus pada pertumbuhan ekonomi desa. Namun pembangunan ekonomi ini tidak akan tercapai jika masyarakat tidak ikut dibangun.

Eko mengatakan, Indonesia dianugerahi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang sangat besar. Secara kuantitas, populasi Indonesia sudah mencapai 259 juta jiwa, di mana separuhnya tinggal di desa. Dari jumlah itu, hampir 50 persen atau sekitar 125 juta adalah angkatan kerja.

Pada 10 tahun mendatang penduduk Indonesia diperkirakan lebih dari 270 juta, dan akan mendapatkan bonus demografi di mana jumlah angkatan muda atau angkatan kerja meningkat drastis. Ketika itu, 60 persen penduduk adalah angkatan kerja, dan separuhnya hidup di desa. Dari sisi sumber daya alam, Indonesia punya 17.000 pulau, memiliki hutan tropis terbesar dan garis pantai terpanjang di dunia. Memiliki semua ini, Indonesia mestinya lebih maju dari negara lain.

Belajar dari negara kecil seperti Singapura. Menurut Eko, Singapura memang kecil dalam hal teritorial dan jumlah penduduk, tetapi besar secara ekonomi dan pembangunan. Hal itu karena Singapura berhasil mengkonsolidasikan potensi lokal maupun di negerinya. Negara yang hanya berpenduduk 5 juta jiwa dan seluas Jakarta Selatan ini sangat pesat dalam sektor perdagangan, jasa, dan sektor lainnya.[] 

Sumber: Suara Pembaharuan

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon