5 September 2014

Cara Negeri Sakura Mencintai Produknya Sendiri

Tags

Ilustrasi: IST
Bagi orang Jepang, membeli produk dalam negeri adalah suatu cara untuk membantu negeranya menjadi bangsa yang besar. Mereka sangat anti dengan produk impor dan selalu berusaha mengkonsumsi produk-produk negeri mereka sendiri, meski harganya lebih mahal dan kualitasnya lebih rendah. Bagaimana hal itu bisa terjadi..?


Fakta bahwa Jepang saai ini adalah salah satu macan ekonomi Asia bahkan dunia tak lagi terbantahkan. Puluhan perusahaan raksasa yang memiliki pengaruh besar di Asia bahkan dunia muncul dari negeri ini.

Bahkan, sejumlah produk industri mereka bermerek Toyota, Suzuki, Honda, Yamaha, Kawasaki dan Sony serta lainnya sudah lama menjadi barang-barang berkelas.

Padahal, saat Indonesia merdeka pada tahun 1945 lalu, negara matahari terbit ini juga tidak lebih baik keadaannya dari kita, bangsa Indonesia. Saat itu, negara Jepang dalam kondisi sangat terpuruk dan disebut-sebut bakal tak akan bisa bangkit paska dibombardir oleh para tentara sekutu yang sangat berkuasa pada episode Perang Dunia kedua itu.

Oleh karenanya, tak salah bila kita menelusuri kenapa itu bisa terjadi..? Salah satunya, tak lain karena masyarakat Jepang begitu loyal dan sangat bangga dengan barang-barang buatan negara mereka sendiri. Boleh dikata, mereka nyaris anti dengan produk-produk impor. 

Walhasil, meski banyak barang-barang impor yang masuk, produk-produk dalam negeri Jepang pun tetap menjadi Raja di Negerinya sendiri. Yang menarik, sangking loyalnya, mereka tak mudah goyah sedikitpun untuk beralih ke produk-produk impor yang lebih berkwalitas, biarpun lebih murah harganya dari produk-produk dalam negeri. Bahkan, mereka sangat pecaya diri mempromosikan dan memasarkan produk-produk "made in Japan" keberbagai penjuru dunia.

Patriotisme bangsa Jepang dalam membangun ekonomi tersebut, tak salahnya kalau kita tiru. "Bangsa Jepang benar-benar tidak ingin menjadi bangsa lain". Mereka ingin senantiasa mempertahankan jadi diri bangsa mereka dihadapan bangsa lain manapun, termasuk dalam ekonomi. Ini terlihat dari semua label atau tulisan berhuruf kanji yang selalu muncul pada kemasan maupun buku panduan produk mereka, baik itu alat-alat elektronik, otomotif sampai produk kuliner. 

Meski tanpa remeh, untuk produk soal kuliner misalnya, kita bisa melihat bahwa semua produk makanan siap saji ala Jepang yang dipasarkan di Indonesia pun tetap mempertahankan pola dan gaya penyajian ala negara mereka, yang saat ini dipimpin oleh Perdana Menteri Shinzo Abe. 

Para pengusaha Jepang juga menghargai penggunaan bahasa mereka sendiri dibandingkan harus memakai bahasa Inggris. Tidak hanya di forum-forum lokal tetapi juga di internasional.

Lantas, mengapa masyarakat Jepang bisa demikian loyal terhadap produk buatan negara mereka? Mengapa pula mereka bisa lebih mencintai produk dalam negeri dari pada barang buatan negara lain..? Tentu saja banyak faktornya. 

Yang pasti, budaya bangga produk dalam negeri di Jepang ini tidak terbentuk begitu saja, melainkan melalui proses yang cukup panjang pula. Khabarnya, gerakan cinta produk dalam negeri ini sudah dimulai sejak era 1960-an dan membutuhkan waktu hampir 10 tahun untuk merintisnya.

Namun, yang menarik adalah bahwa gerakan tersebut muncul dari kesadaran warga Jepang sendiri, bukan muncul dari pemerintah. Bersambung...(Baca: 3 Faktor Jepang Mencintai Produknya

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon