8 Agustus 2014

Teknik Pengeringan dan Pengupasan Biji Pinang

Budidaya Pinang - Kwalitas biji pinang asal kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara, termasuk dalam biji pinang yang memiliki kualitas terbaik dibandingkan dengan beberapa daerah lain, baik dari segi getahnya maupun buahnya. 

Namun proses pengeringan dan pengupasan biji pinang masih dilakukan secara manual atau tradisional yaitu dengan cara dihambar begitu saja diperkarangan rumah atau di halaman kosong lainnya. Setelah buah pinang kering, para petani baru mengkupasnya dengan parang, pisau, dan curok (sejenis obeng).

Penanganan pengeringan buah pinang dengan cara-cara seperti tersebut ditas sangat berpengaruh pada kwalitas biji pinang. Terutama pada saat musim hujan, buah pinang yang terendam air akan menambah kadar airnya. Kadar air yang tinggi pada biji pinang, harga jual akan murah. 


"Biji pinang yang baik yaitu bila kandungan kadar airnya rendah dan kandungan getahnya tinggi".

Selain dengan proses pengeringan secara dihambar, sebagian petani melakukan dengan cara sale yaitu pengeringan dengan menggunakan panas api. Namun pengeringan dengan cara ini tidak produktif, karena memerlukan biaya yang tinggi serta sangat beresiko.


Pengupasan Pinang


Sedangkan proses pengupasan juga masih menggunakan parang atau pisau. Pengupasan pinang secara manusal selain sangat melelahkan para petani, juga memerlukan waktu yang cukup lama. Harga upah pengupasan pun tergolong mahal, manakala harga jual di pasar rendah, keuntungan yang diperoleh petani menurun.


Hasil penelusuran tim pengelola Riseh Tunong penggunaan mesin produksi pinang tergolong praktis, aman, dan tidak memerlukan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan keterampilan khusus.



Syukri Budiman, toke pengumpul pinang di gampong Riseh Tunong Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara sangat mendukung kehadiran mesin pengupas pinang. Dengan adanya mesin pengupas pinang dapat menekan biaya produksi dan sangat membantu para petani pinang.[]

Artikel Terkait

1 komentar so far