19 September 2014

Hama-Hama pada Tanaman Pinang

Budidaya Pinang - Setiap tanaman pertanian, tanaman holtikultura maupun tanaman perkebunan tidak dapat menghindar dari serangan hama dan penyakit. Hama dan penyakit tanaman selalu ada di setiap musim tanam dan di setiap tanaman yang ditanam. 

Kita belum pernah terdengar berita sampai saat ini bahwa tanaman yang ditanam baik oleh petani atau pekebun terbebas dari penyakit tanaman. Hal ini diakui baik oleh para petani yang handal di pedesaan, pekebun yang ahli dalam mengolah lahan pekarangannya, maupun oleh praktisi pertanian.


Begitu juga dengan tanaman pinang. Sebagai tanaman perkebunan, pinang tidak dapat terhindar dari berbagai serangan hama dan penyakit. Hama yang sering menyerang tanaman pinang mulai dari pembibitan sampai pada proses penanganan hasil panen, antara lain;


Hama Bagworms: Penyebab hama ini adalah Manatha albipes Moore. Sifat hama ini menyukai daun berwarna hijau. Pada tanaman pinang, hama ini sering ditemukan di bagian bawah daun dan membuat sejumlah lobang-lobang kecil. 



Hama Termit atau Rayap
Hama Termit atau Rayap/Images: Wikipedia
Termit atau Rayap: Termit dapat menyerang benih atau bibit pada musim kemarau. Serangan pada bibit dimulai pada pangkal batang, sehingga bagian pucuk menjadi layu dan lama kelamaan bibit tanaman pinang mati. Pengendalian rayap dapat dilakukan dengan menutup bagian pangkal batang dengan pasir ataupun secara kimiawi menggunakan insektisida Aldrin. Hama Termit, Thermite, Turmite dalam bahasa petani Aceh disebut "kuek Tanoh".  

Belalang (Aularches miliaris Linn): Belalang Menyerang lamina daun pinang sehingga meyebabkan daun berlubang. Belalang Hijau dalam bahasa Aceh disebut "Darut Hijoe". 



Belalang Hijau
Belalang Hijau/Images: google
Hama Kutu (Mite): Dikenal 3 jenis kutu menyerang tanaman pinang. Kutu merah (Raolella indica Hirst) dan kutu putih (Oligonychus Indicus Hirst). Kutu oranye, Kutu merah dan kutu putih hidup berkelompok di bawah daun dan mengisap cairan di daun yang mengakibatkan daun berwarna kekuningan, coklat dan akhirnya mengering. 

Kutu oranye (Dolichotetranychus sp.) Menyerang buah pinang yang masih muda dan bersembunyi dibagian dalam buah serta mengisap cairan, sehingga buah akan gugur. Pengendalian kutu dapat dilakukan dengan melakukan penyemprotan Kelthan 1.86 ml/l air ataupun penggunaan predator antara lain Chilocorus sp.


Kepik (Carvalhoia arecae Miller and China): Kepik ditemukan berkumpul di bagian ujung ketiak daun. Kepik dewasa berwarna hitam dan Kepik muda berwarna hijau kekuningan, keduanya mengisap cairan pada bagian spindle sehingga pertumbuhan tidak normal. Daun yang telah dihisap nampak garis-garis nekrotik berwarna coklat tua, lama kelamaan daun pinang mengering dan patah.


Dalam bahasa inggris, kepik disebut green stink bug. Selain menyerang tanaman pinang, juga menyerang tanaman padi, kapas, dan jagung. Pengendalian pada tanaman pinang dilakukan dengan insektisida sistemik Sevin 4G dengan dosis 10 g per tanaman setiap 3 bulan.



Kepik Hijau
Kepik Hijau/Images: Google
Tempayak akar (Leucopholis burmeisteri Brenske): Tempayak akar atau dikenal tempayak putih merupakan hama yang cukup merugikan tanaman pinang. Bentuk hama ini seperti hurup ”V” serta tubuh lembut dengan kaki berbulu warna coklat.

Ulat bunga (Tirathaba mundella Walk): Ulat bunga menyerang mayang dengan mengisap cairan dalam bunga. Ulat dewasa meletakan telurnya pada bagian spatha. Sehingga Spadix tidak dapat membuka dengan sempurna. Pengendalian secara kimiawi dengan menggunakan Endre x 20 EC 0.125 % atau Malathion 50 % EC dengan dosis 2 ml / l air


Gugur buah muda: Gugur buah muda disebabkan oleh kepik Pentatomid (Halyomorpha marmorea F). Buah pinang yang ditusuk dengan belalai akan mengeluarkan cairan. Buah yang ditusuk akan berwarna hitam pada permukaan kulit buah dan dagingn buah akan berwarna coklat gelap. Gejala ini akan berkembang terus sehingga menyebabkan buah gugur. Pengendalian secara kimiawi dilakukan dengan menyemprot Endosulfan 0.05% pada tandan.


Kumbang pinang (Coccotrypes carpophagus Horn): Kumbang pinang dewasa menyebabkan kerusakan dengan menggerek buah sehingga berlubang sampai pada bagian biji. Besar lubang gerekan kira-kira berdiameter 0.6 - 1.0 mm.


Coffee bean weevil (Araecerus fasculatus D.): Coffee bean weevil menyerang biji pinang yang mengakibatkan buah berlubang sebesar 1.5 - 2.5 mm. Hama ini ditemukan pada buah pinang di bagian dalam perianth. Musuh alami adalah parasit Anisopteromatus calandra Howard.


Kumbang sigaret (Lasioderma serricome F.): Kumbang dewasa berwarna coklat kekuningan dengan bulu-bulu bercahaya. Kumbang ini menggerek buah dan bekas gerekannya terlihat seperti tepung . Musuh alaminya yaitu parasit Anisopteromatus calandrae Howard.


Ngengat padi (Corcyra cephalonica Stainton): Ngengat membuat rongga-rongga didalam buah pinang dan memakan daging buahnya. Pengendalian hama gudang ini dengan mengguunakan tablet phostoxin dengan dosis 800 g/1000 cm³ luas gudang. Setelah kita mengetahui hama pada tanaman pinang, kita juga harus mengetahui Penyakit pada Tanaman Pinang agar budidaya pinang sukses dan berasil.

Artikel Berdesa Lainnya

1 comments so far

Sangat membantu... Semoga bermanfaat untuk generasi budidaya pinang di tahun 2020 -2030 kedepan...

Terima kasih atas komentar Anda. Sampaikan pendapat, ide dan gagasan Anda dengan baik dan sopan. Setiap komentar yang berisikan Porno, SARA dan Judi akan di SPAM!

Terima Kasih atas Perhatiannya.
EmoticonEmoticon