3 November 2015

Bangun Desa dan Lestarikan Budaya

GampongRT - Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan budaya dan adat istiadat. Negara dengan populasi 250 juta jiwa ini memeliki 350 etnis suku dengan 483 ragam bahasa dan budaya. Bila dikelola dengan baik, keragaman etnis, suku, dan budaya dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat desa.

Salah satu adat dan budaya desa yang sangat unik adalah Desa Sade. Kemajuan peradaban dan modernisasi tidak membuat keaslian budaya mereka pudar. Sade merupakan sebuah perkampungan asli dari suku sasak yang terletak di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.

Keaslian tradisi Desa Sade sudah terlihat dari rumah sederhana beratap rumbia khas sasak, kuda kuda atapnya memakai bambu tanpa paku, tembok dari anyaman bambu, dan langsung beralaskan tanah. Ditambah dengan ciri khas warga Desa Sade yang membersihkan lantai rumah dengan memakai kotoran kerbau. Konon tujuannya agar terlihat mengkilap, licin, dan terlindung dari serangga.

Sebagian besar suku sasak beragama Islam, dan sebagian kecil diantaranya masih menganut Islam Wektu Telu. Ada juga sedikit warga Suku Sasak yang menganut kepercayaan pra-Islam yang disebut dengan sasak Boda. Namun terlepas dari berbagai macam perbedaan keyakinan, yang jelas suku sasak saling menghargai dan menghormati satu sama lain.

Untuk menuju ke Desa Sade, anda harus menempuh perjalanan dari Mataram dalam waktu 2 jam. Namun jika dari Bandara Internasional Lombok, waktu yang dibutuhkan hanya sekitar 20-30 menit.

Desa Sade kini sudah dikenal sebagai desa wisata. Masyarakat Desa Sade tetap berpegang teguh dan merawat baik kehidupan norma adat suku asli Lombok. Desa Sade adalah sebagian bahwa kekayaan budaya patut diperhatikan dan dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Membangun desa tidak perlu mengubah keunikan dan kekhasan desa tersebut. Namun harus dipertahankan dan dikembangkan yang selanjutnya dikemas dan publikasikan dengan baik. Hal itu akan mampu mendongkrak ekonomi masyarakat,” ujar Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar.

Keindahan alam serta norma norma adat yang sudah tertanam turun temurun harus di lestarikan karena berpotensial mendorong ekonomi dan pertumbuhan negara Indonesia. “Jadikan keindahan alam dan keunikan desa sebagai potensial desa wisata. Untuk itu juga program dana desa dipergunakan untuk pengembangan dan peningkatan perekonomian masyarakat desa,” tegas Marwan saat blusukan ke Lombok. (Kemendesa/foto: Ist)

Artikel Terkait