23 Des 2015

Harta, Takhta, Kata, dan Cinta Bukan Milikmu Saja

Hidup adalah sebuah proses yang harus selalu kita hargai dan lalui, sebab proses yang dilalui seseorang merupakan sesuatu yang sangat berharga baginya. Seperti itulah ungkapan yang sering kita dengar dari para motivator-motivator handal.

Motivator saya pada Kubik leadership mengajarkan, nilai tertinggi kesuksesan seseorang itu ada pada 4 TA (harta, takhta, kata, dan cinta). Sedangkan kemuliaan ditandai dengan seberapa besarnya nilai manfaat yang mampu kita berikan untuk lingkungan sekitar kita. 

Untuk dapat mencapai prestasi-prestasi besar tersebut, setiap kita berkesempatan untuk meraih kesuksesan itu, dengan menebarkan kemuliaan di manapun kita berada. Namun, banyak orang mengabaikan kemulian masa depan oleh ego dan keangkuhan diri.

Yang disampaikan oleh para motivator ada benarnya, bukan sekedar omong kosong dan bualan belaka mereka. 
Karena kita, memang ditakdirkan untuk selalu melangkah ke depan dan menebar kemulian diri pada setiap tempat dan waktu. 

Tapi banyak yang terkadang alpa diri. Boleh jadi karena diri yang "keterlaluan memikirkan masa lalu". Sehingga membawa diri kita mundur ke belakang dan terpuruk di hari depan.

Pada lain kesempatan, seorang motivator menyebutkan, bahwa jalan yang sering membuat diri kita mampu bangkit kembali dari keterpurukan adalah bertemu dengan teman-teman lama, teman seperjuangan yang bisa diajak sharing, diskusi mengenai apa, kenapa dan bagaimana hari esok..? 

Namun, hal itu sangat jarang terjadi dan tidak semua orang mampu. Maka, mulailah masing-masing diri kita menata hati, saling berbagi, saling, mengingatkan, saling mendo'akan dan selalu berfikir positif. 

Semoga kejayaan dan kemulian masa depan adalah milik kita semua.! H
arta, Takhta, Kata, dan Cinta, bukan milikmu saja.

Foto: ilustrasi istimewa

Artikel Terkait