15 Maret 2017

Ekonom: Dana Desa Harus Memperkuat Ketahanan Pangan

INFODES - Ekonom Universitas Indonesia (UI) Harryadin Mahardika berpendapat sebagian dana desa harus dimanfaatkan juga untuk memperkuat ketahanan pangan Nasional.
Ekonom Universitas Indonesia (UI) Harryadin Mahardika berpendapat sebagian dana desa harus dimanfaatkan juga untuk memperkuat ketahanan pangan Nasional.
Ilustrasi: Padi
Harryadin Mahardika mengatakan, pemerintah mesti bergerak cepat dalam kebijakan yang memperkuat kedaulatan pangan, termasuk dengan mengoptimalkan dana desa. 

"Dalam 10 hingga 20 tahun lagi Indonesia bisa mengalami ketergantungan yang luar biasa terhadap impor," kata Harryadin dalam Halaqah Nasional Pertanian GP Ansor bertajuk "Daulat Petani Daulat NKRI" di Jakarta, beberapa hari lalu seperti dilansir Antara.

Menurut dia, tantangan kedaulatan pangan adalah merespon perubahan selera masyarakat yang semakin beragam, dan sebagian besar di luar komoditas pangan yang diproduksi di dalam negeri, seperti gandum dan susu.

Karena itu, kata Harryadin Indonesia perlu segera menyusun strategi baru untuk menjaga kedaulatan pangan di masa depan.

"Pemerintah dan sektor swasta perlu segera berfokus pada diversifikasi produksi pangan dan ekstensifikasi lahan," kata Direktur Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Bisnis UI itu.

Menurut dia, pemerintah dapat melibatkan elemen kemasyarakatan yang riil berada di sektor pertanian dalam implementasi maupun pengawasan upaya mewujudkan kedaulatan pangan tersebut. 

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Taufik Madjid mengatakan upaya mewujudkan kedaulatan pangan bisa berjalan simultan dengan upaya menyejahterakan petani.

"Kapasitas petani harus ditingkatkan agar lebih mampu bersaing," kata Taufik Madjid.

Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) mampu mewujudkan kedaulatan pangan sekaligus petani yang berdaulat dan sejahtera.

"Kedaulatan pangan tidak boleh dipandang sebelah mata, kedaulatan pangan bukan urusan yang paling terakhir dalam mengelola negara," kata anggota DPR itu.

GP Ansor sebagai bagian dari Nahdlatul Ulama (NU) yang mayoritas warganya hidup dari pertanian memastikan berada di garda terdepan untuk membangkitkan geliat pertanian nasional.[*]

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon