9 Jun 2017

Banyak Kades Asal-Asalan Kelola Anggaran Desa

Ayo Bangun Desa - Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti mengatakan, Pemerintah Daerah terus melakukan evaluasi kinerja Pemerintahan Desa. Sebagai program Pemerintah kata Ngesti, keberhasilan di Desa menjadi tolak ukur keberhasilan program Pemerintah membangun dari Desa.
Dana Desa/ilustrasi
Namun saat ini sambungnya, Kinerja Pemerintahan Desa masih banyak kekurangan. Agar dapat diperbaiki ke depannya. Misalnya pengelolaan anggaran masih carut marut, tidak mentaati aturan.

(Baca: Apa saja kewenangan pemda Kabupaten/kota kepada Desa)

“Sekarang masih banyak ditemukan Kepala Desa mengelola sendiri anggaran Desa. Hal ini harus diperbaiki,” kata Ngesti dalam rakor tim pembinaan dan evaluasi pemerintahan Desa di kantor Bupati Natuna, Kamis (8/6).

Tidak hanya itu sebut Ngesti, dari laporan dan temuan juga masih banyak Desa tidak tertib dan tidak mengikuti aturan pengelolaan anggaran Desa.

Temuan lainnya, rendahnya sumber daya manusia yang diberdayakan di Desa. Temuan tersebut menyebabkan mekanisme tugas dan fungsi pengelolaan keuangan Desa tidak berjalan.


Bahkan dalam rakor yang dihadiri sejumlah organisasj perangkat daerah tersebut, Ngesti mengatakan, tim pelaksana kegiatan (TPK) tidak bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Untuk Desa di Natuna, dapatlah mencontoh Desa yang yang dinilai berhasil mengelola keuangan Desa. Seperti Desa Limau Manis, saat ini menyandang predikat Desa terbaik di Natuna. Yang menilainya pun dari tim Provinsi,” sebut Ngesti.

Negsti menegaskan, dalam pengelolaan keuangan Desa sangat diharapkan Kepala Desa tidak melanggar aturan berlaku. Dan partisipasi masyarakat ikut serta mengawasi dan melaporkan kepada Pemerintah Daerah jika ditemukan kejanggalan.

“Aturan pengelolaan keuangan Desa sudah jelas. Ingat, Desa menerima anggaran tidak sedikit, tentu pengawasan juga diperketat,” tegas Ngesti.(batampos.co.id) 

Artikel Terkait