18 November 2014

Keuchik Buchari: Inilah Harapan Saya Terakhir Kepada Menteri Desa

GampongRT - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (DPDTT) telah mencanangkan 9 program kerja prioritas desa untuk 5 tahun ke depan. 

Setelah diluncurkan, kesembilan program prioritas desa dalam jangka pendek mendapat sambutan positif dari banyak kalangan, termasuk oleh Keuchik Gampong Riseh Tunong Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara.

Menurut Keuchik Buchari Budiman, 9 program prioritas menteri desa yang sudah diluncurkan secara konsep sudah bagus dan kita berharap dalam implementasinya nanti bisa berjalan sesuai harapan.

Namun, sebelum kesembilan program kementerian desa sampai ke desa, alangkah eloknya kalau kementerian desa segera melakukan penggalian informasi terlebih dahulu dari para kepala desa. "Karen saya sendiri mengetahui program desa baru dari televisi dan internet" ujarnya

Walaupun di desa-desa itu masih banyak kekurangan baik dari segi SDM dan lain-lain. Saya pikir kekurangan-kekurangan tersebut bisa diatasi, jika kita punya semangat untuk maju. Dan pekerjaan tersulit yang saya alami adalah mengubah mindset, "ujar alumni SMA Muhammaddiyah, Cunda Lhokseumawe.

Penguatan SDM aparatur pemerintah desa kita harapkan mendapat perhatian yang serius dari kementerian desa, baik itu melalui pelatihan dan bimbingan teknis baik tentang pengelolaan kekayaan gampong, penyusunan perencanaan desa, pembentukan Badan Usaha Milik Desa/Gampong (BUMdes/BUMG), penataan administrasi dan keuangan desa, dan lain-lain.

Harapan terakhir saya kepada menteri desa, 9 program prioritas desa yang sudah diluncurkan sampailah ke desa kami, agar desa kami ini bisa bangkit dari ketinggalan baik dari segi inprastruktur maupun perekonomian masyarakat, "harap keuchik Buchari, dalam diskusi pagi di warung kupi gampong Riseh Tunong, Rabu, (19/11). 

9 Program Kementerian Desa dan PDTT :

Pertama, peluncuran gerakan desa mandiri di 3.500 desa yang akan dimulai pada tahun 2015. Kedua, pendampingan dan penguatan kapasitas kelembagaan dan aparatur 3.500 pada desa yang dimulai pada 2015. Ketiga, pembentukan dan pengembangan 5.000 BUMDes (Badan Usaha Milik Desa).

Keempat, melakukan revitalisasi pasar desa di 5.000 desa atau kawasan pedesaan. Kelima, pembangunan infrastruktur jalan pendukung pengembangan produk unggulan di 3.500 desa mandiri.

Keenam, penyiapan implementasi penyaluran dana desa Rp1,4 miliar per desa secara bertahap. Ketujuh, penyaluran modal bagi koperasi atau UMKM di 5.000 desa. 

Kedelapan, pilot project sistem pelayanan publik jaringan koneksi online di 3.500 desa, Kesembilan, 'save villages' desa perbatasan dan pulau-pulau terdepan, terluar dan terpencil.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon