10 Juni 2015

Marhaban ya Ramadhan, Mari Kita Bergembira

Tak terasa sebentar lagi bulan suci Ramadhan akan tiba. Bulan yang Allah lipat gandakan setiap amal kebajikan, dosa-dosa dihapus dan derajatnya manusia ditinggikan. Maka diwajibkan terhadap hamba-hamba-Nya untuk berpuasa (shaum). 

Allah berfirman yang artinya; “Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (Al-Baqarah: 183)

Shaum (puasa) secara bahasa bermakna imsak (menahan). Secara syar’i yaitu menahan diri dari segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa mulai terbitnya fajar shubuh hingga terbenamnya matahari yang disertai dengan niat.

Maka tidaklah mengherankan jika hati kaum mu’minin secara serius menghadap kepada Allah Yang Maha Penyayang pada bulan Ramadhan, dengan penuh harapan akan pahala dan kemenangan pada bulan yang mulia ini.

Ramadahan Mubaarak, Ramadhan yang penuh keberkahan. Bulan dimana didalamnya terdapat "Lailatul Qadar" yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Apabila bulan Ramadhan tiba pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelengu. 


Barang siapa yang melakukan satu amalan sunnah dibulan ini, maka baginya bagaikan melaksanakan kewajiban. Barang siapa yang melakukan satu kewajiban, maka baginya 70 kali lipat ganjaran kewajiban di bulan lain.

Ramadhan disebut juga dengan bulan shabar, dimana orang yang sabar baginya surga. Puasa mengandung banyak hikmah dan faedah. Salah satu hikmahnya, orang yang berpuasa akan merasakan penderitaan lapar, maka ia akan merasakan atas penderitaan orang-orang fakir, sehingga timbullah rasa belas kasih dan uluran tanggan untuk meringankan kebutuhan mereka. 

Seperti kata pepatah; “orang yang naik kenderaan itu tidak akan mengetahui sensaranya pejalan kaki kecuali apabila ia jalan kaki.” 

Barang siapa yang memberikan makanan untuk berbuka puasa, maka akan diampuni dosanya dan mendapatkan telaga "kautsar" kelak. 
Doa orang yang berpuasa tidak ditolak. 

Orang yang berpuasa mempunyai dua kebahagian, yaitu apabila ia berbuka puasa ia bergembira karenya, dan apabila ia bertemu dengan Tuhannya ia bahagia karena puasanya. Dalam berbagai hadits shahih menerangkan, bahwa puasa telah dikhususkan oleh Allah bagi diri-Nya, dan Dialah yang langsung memberikan pahalanya, dengan melipatgandakan pahalanya untuk yang berpuasa. 

Hadist menyebutkan, yang artinya; “Kecuali puasa, karena puasa adalah milik (bagi) Ku dan Aku memberikan pahalanya (Hr. Al-Bukhari).

Marhaban ya Ramadhan. Mari kita bergembira menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Semoga momentum Ramadhan kali ini tidak terlewatkan, dan sanggup kita memeliharanya agar mendapatkan 30 keutamaan di bulan Ramadhan. Semoga bermanfa’at.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon