15 Sep 2014

Cara Budidaya Tanaman Reuteuk atau Kacang Panjang

#Info Tani - Tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.) sudah lama dibudidayakan oleh orang Indonesia. Sebenarnya kacang panjang berasal dari India dan Afrika. Kemudian menyebar penanamanya ke daerah-daerah Asia Tropika hingga menyebar keseluruh pelosok Nusantara, termasuk ke Aceh.

Kacang panjang di Aceh disebut dengan tanaman reuteuk atau "boh reuteuk". Kacang panjang dikonsumsi sebagai sayuran. Dibeberapa kota di Aceh, permintaan pasar terhadap kacang panjang boleh dibilang cukup stabil, sehingga membuat banyak masyarakat petani di gampong-gampong yang menanam reuteuk untuk menambah pundi-pundi ekonomi keluarga.


Budidaya reuteuk tidaklah sulit. Sama halnya seperti kita membudidayakan tanaman pertanian atau holtikulrura lainnya. Perbedaanya, hanya pada daerah mana kita membudidayakan-nya, apakah di dataran rendah atau di kawasan dataran tinggi. "Kalau pun ada perbedaan sangatlah tipis".


Budidaya kacang panjang tidak memerlukan modal besar. Resiko kegagalan panen pun sangat kecil sekali dengan masa panen reuteuk hanya empat bulan. Bagi Ada yang tertarik untuk membudidayakan tanaman kancang panjang, berikut beberapa langkah yang harus diperhatikan agar produksi boh reuteuk Anda maksimal. 


Syarat Tumbuh Kacang Panjang: Kacang panjang menyukai tanah yang lempung dan berpasir (tanoh anoe) yang gembur dan mengandung humus. Ciri-ciri tanah lempung yaitu tanahnya keras, tidak mudah terkelupas, lengket saat basah dan mengeras ketika kering.


Sementara itu, ciri-ciri tanah humus yaitu tanah yang mengandung unsur hara cukup, warna tanahnya hitam atau cokelat, bila dipegang bentuknya lembut, tidak keras dan mudah dicangkul. Oleh masyarakat Aceh, tanah humus disebut dengan tanoh bruee atau tanoh broe.


Sedangkan kelembaban yang cocok untuk budidaya kacang panjang, tanah memiliki pH 5,5 hingga 6,5 dengan iklim antara 20-30 derajat celsius. Sementara curah hujang yang baik antara 600 hingga 1.500 mm per tahun dan ketinggian medium tanam kurang dari 800 meter diatas permukaan laut.


Setelah kita memahami syarat tumbuh kacang panjang. Langkah selanjutnya yang harus kita diperhatikan adalah  tata cara seleksi bibit atau benih. Pemilihan bibit yang baik sangat penting agar produksi dan kualitas hasil panen bisa maksimal. Saran kami, gunakan selalu benih unggul berkualitas yang bersertifikat atau pilih bibit lokal yang sudah teruji hasilnya.  


Berikut beberapa tips untuk membudidaya kacang panjang, berdasarkan pengalaman kami. 


Kriteria bibit yang baik

  1. Benih sehat dan baik (tidak memiliki wabah hama maupun penyakit);
  2. Berpenampilan kusam, mengkilat dan bersih;
  3. Daya kecambahnya cenderung tinggi sekitar 85%;
  4. Tidak memiliki cacat atau rusak.
Penyiapan Medium Tanam: Bersihkan lahan dari gulma seperti rumput liar. Kemudian gemburkan tanah atau lahan dengan cara dicangkul atau dibajak. Membajak tanah boleh dengan menggunakan bajak kerbau (keubeue) atau dengan menggunakan hand traktor (mesin traktor sawah).

Setelah tanah dibajak. Langkah selanjutnya, siapkan bedengan dengan ukuran lebar 60 sampai 80 cm. Adapun jarak antara bedengan yang satu dengan bedengan yang lain lebih kurang 30 cm. Tinggi bedengan sebaiknya 35 cm dan panjang bedengan tergantung pada luas lahan yang miliki. Apabila pH tanah kurang dari 5,5-6,5 diajurkan untuk melakukan pengapuran dengan cara mencampurkan dolomit sebanyak 1 sampai 2 ton per hektar. 


Sedangkan untuk menambah kesuburan tanah, sangat disarankan menggunakan pupuk kompos pada setiap bedengan. Namun tidak sedikit pula petani yang menggunakan pupuk an-organik seperti; urea, SP, KCL, NPK dan lain-lain.


Untuk meningkatkan produksi kacang panjang buat bedengan dengan membujur dari timur kebarat (searah pergerakan matahari). Karena semakin baik pencahayaan matahari akan semakin tinggi produksi kacang panjang. 


Penanaman dan Jarak Tanam: Untuk meningkatkan produksi kacang panjang gunakan jarak tanam yang tepat, jangan terlalu rapat. Penanaman yang terlalu rapat hanya akan menghasilkan daun yang lebat. Menurut pengamatan kami jarak tanam yang ideal untuk budidaya reuteuk (kacang panjang) adalah 80 cm x 20 cm dan satu lobang satu biji.


Periode penanaman terbaik tanaman reuteuk adalah di awal musim kemarau atau awal musim penghujan. Namun, jika tanah dalam kondisi memadai, bisa saja proses tanam dimulai kapanpun.Cara menanam kacang panjang adalah dengan memasukkan benih ke dalam lubang tanah. Per lubang bisa diisi dengan 2 biji bibit. Setelah dimasukkan, tutup kembali lubang dengan tanah.


Pembuatan Ajir: Dalam bahasa Aceh Ajir disebut dengan Tawoue. Untuk budidaya kacang panjang, gunakan ajir setinggi 2 meter dan jangan pasang ajir membentuk segi-tiga. Pasang ajir tegak lurus dan hubungkan/ kuatkan ujung-ujung ajir dengan tali (kalau perlu hubungkan keempat penjuru ujung ajir).


Pemupukan dan Pemeliharaan: Untuk meningkatkan produksi kacang panjang gunakanlah pupuk yang berimbang, jangan terlalu banyak urea kalau perlu jangan gunakan urea tapi Za atau NPK dan lakukan penyiraman secara rutin setiap hari (sesuaikan dengan kondisi). 


Pengendalian Hama dan Penyakit: Hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman kacang panjang atau reuteuk seperti lalat kacang, ulat grayak, pegerek biji, ulat bunga, penyakit antraknose, mozaik, penyakit sapu, dan aphids sp. Untuk mengendalikan aphids sp bisa digunakan konfidor, mesurol, curacron, dll. 


Penanganan Paska Panen: Ciri kacang panjang atau reuteuk yang sudah siap panen adalah kacang panjang mudah dipatahkan dan biji-biji di dalam polongnya tidak menonjol. Waktu panen yang terbaik dilakukan pada pagi dan sore hari.


Cara memanen kacang panjang cukuplah mudah, cukup memotong ujung tangkai buah/kacang panjang dengan pisau atau gunting. Setelah dipanen, kacang panjang dikumpulkan dan disortir. Simpan di tempat teduh, tidak lembab dan tidak pula terkenal sinar matahari secara langsung. Ada baiknya kacang panjang langsung dijual di pasaran. Selamat menikmati hasil panen, semoga rezeki berkah!.

Artikel Terkait