8 Okt 2014

Mitos dan Fakta Seputar Penyakit Kanker Serviks

Tips Sehat - Apa itu penyakit Kanker Serviks? Kanker serviks (leher rahim) merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak ditakuti kaum wanita. 

Karena kanker serviks menyerang pada bagian organ reproduksi kaum wanita, tepatnya di daerah leher rahim atau pintu masuk ke daerah rahim yaitu bagian yang sempit di bagian bawah antara kemaluan wanita dan rahim. 

Berikut beberapa mitos dan fakta tentang penyakit kanker serviks, yang dikutip dari booklet gsk. 

Kita sering mendengar cerita di masyarakat yang menyebutkan kanker serviks itu penyakit keturunan, kanker serviks tidak perlu di khawatirkan karena kasusnya tidak banyak. Namun mitos-mitos tersebut berbeda dengan fakta-faktar yang ada.

Berdasar data Globocan 2008Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) di Perancis. Di Indonesia, 37 perempuan terdiagnosis kanker serviks setiap harinya. Bahkan, diperkirakan 20 orang perempuan Indonesia meninggal karena kanker serviks setiap hari. 

Kita juga sering mendengar informasi bahwa tidak perlu mengkhawatirkan kanker serviks jika sudah memiliki hubungan yang stabil dengan pasangan..?  

Namun, faktanya dalam Journal of Infectious Diseases, 2005) setiap perempuan dapat terinfeksi HPV (Virus Human Papiloma) semasa hidupnya. Bahkan jika telah terinfeksi, tidak berarti bahwa seseorang akan terlindungi dari infeksi berikutnya. Infeksi persisten virus penyebab kanker serviks dapat mengakibatkan terjadinya sel abnormal dan pra kanker yang seiring dengan berjalannya waktu dapat berkembang menjadi kanker.

Mitos atau cerita lain yang sering kita dengar di masyarakat adalah kanker serviks tidak dapat dicegah..?

Tapi faktanya, vaksinasi Virus Human Papiloma (HPV) merupakan pencegahan primer terhadap kanker serviks dengan membantu pembentukan antibodi. Sedangkan, papsmear merupakan pencegahan sekunder yang berfungsi mendeteksi sel abnormal atau lesi prakanker.

Ada juga mitos yang mengatakan, bahwa kanker serviks hanya terjadi pada perempuan lanjut usia. 

Namun, mitos tersebut tidak sesuai dengan fakta. Kenyataannya, kanker serviks dapat menjadi ancaman semua perempuan tanpa memandang usia. Adenokarsinoma (kanker yang paling agresif) merupakan kanker serviks yang paling sering terjadi pada peremuan muda dan lebih sulit terdeteksi melalui skrining atau deteksi dini. (Referensi: Journal of the Cancer Institute, 2006 dan Canadian Medical Association Journal, 2001)

Jika Anda yakin tidak beresiko penyakit serviks, tidak perlu panik. Jika pun memiliki resiko kanker serviks, jangan berputus asa. Karena kanker serviks dapat dicegah dengan cara penyuntikan.

Mitos yang menyebutkan, vaksinasi HPS memiliki efek samping yang berbahaya. Menurut Cervarix Indonesia, vaksin Virus Human Papiloma (HPV) umumnya dapat ditoleransi dengan baik. Reaksi paling umum terlihat setelah vaksinasi, seperti nyeri, kemerahan dan bengkak. Dan efek samping lainnya nyeri otot dan sakit kepala. Namun, ini biasanya bersifat ringan dan sementara. 

Artikel Terkait

1 komentar so far