13 November 2014

10 Desa Terapung Paling Unik yang Ada di Dunia

Peradaban diketahui tak berhenti menggunakan kebutuhan air secara terus-menerus. Namun, ada beberapa peradaban yang muncul tidak dekat air tapi di permukaannya. Peradaban ini juga bisa disebut sebagai desa atau komunitas mengambang.

Desa-desa mengambang menjadi saksi pada sebuah fakta bahwa manusia dapat beradaptasi dengan lingkungan apapun dan memertahankan diri sesuai kebutuhan mereka. Di bawah ini 10 desa terapung eksotis sebagai gambaran unik dari peradaban manusia, seperti dikutip Marineinsight. 

Dikutip dari sumber. Berikut 10 Desa Terapung Paling Unik yang Ada di Dunia, dilansir dari forumviva.

Tonle Sap
Tonle Sap sebenarnya adalah sebuah danau di Kamboja. Munculnya sebuah desa mengambang lantaran ukuran danau yang berfluktuasi seiring pergantian musim. Danau ini termasuk dalam Biosfer PBB pada 1997.


Kalimantan Gipsi
Hidup dalam perahu di perairan sekitar Asia Tenggara, komunitas gipsi disebut sebagai Mogen yang pertama kali datang setelah bencana tsunami pada 2005. Mereka menjalani kehidupan sederhana dengan menghabiskan hidup di perahu, mengikuti kebiasaan dan tradisi yang unik, serta berbicara dengan bahasa yang sama sekali berbeda dengan penduduk di sekitarnya.

Kalimantan Gipsi
Kepulauan Terapung Uros
Komunitas Uros berada di Danau Titicaca di negara Amerika Latin, Peru. Kediaman masyarakat dibuat dengan jenis khusus dari buluh disebut Totora yang tersedia hanya di air.
Kepulauan Terapung Uros
Desa Filipina
Desa Filipina adalah serangkaian rumah yang dibangun di laut. Bila dilihat dari udara, terdapat seperti sebuah pulau yang unik di tengah-tengah air.

Desa Filipina
Ha Long Bay
Terletak di Vietnam, Desa Teluk Ha Long atau Halong mengambang terdiri dari empat desa di mana warganya hidup melalui kegiatan budidaya perikanan. Nama Ha Long berarti 'naga yang turun', mengacu pada pengetahuan asli rakyat di mana naga melindungi teluk dari ancaman invasi.
Ha Long Bay
Desa Panggung Ganvie
Ganvie adalah tempat tinggal orang-orang etnis Tofinu sebagai ukuran perlindungan terhadap perdagangan budak. Ironisnya, desa diciptakan karena penjajah memegang keyakinan bahwa ada semacam perang yang dapat dilancarkan baik di atas atau bawah air. Transportasi menggunakan kayak sedangkan pekerjaan utama penduduk adalah memancing serta berdagang buah-buahan dan sayuran.

Desa Panggung Ganvie
Yawnghwe
Di Danau Inle terletak desa mengambang Yawnghwe. Sekira 70.000 orang tinggal di desa mengambang ini. Rumah-rumah dibangun di atas panggung dan kayak digunakan untuk transportasi.
Yawnghwe
Open Air Museum
Di danau Jerman, Constance, telah dibangun sebuah museum unik. Ini adalah museum untuk diciptakan kembali rumah-rumah dibangun di atas panggung milik Batu Baru dan Zaman Perunggu.
Open Air Museum, Jerman
Kampung
Komunitas Kampung mengambang kini menjadi tempat wisata. Dua komunitas mengambang membentuk desa mengambang, yaitu Kampung Patau-Patau dan Beboloh.

Komunitas Kampung
Aberdeen, Hong Kong
Desa mengambang ini didirikan sekelompok orang yang datang ke Hong Kong pada 600 Masehi dan 700 Masehi, ketika daerah itu menjadi pijakan utama sebagai pelabuhan penting.
Desa Aberdeen, Hong Kong

Artikel Terkait

Media Informasi dan Edukasi Berdesa


EmoticonEmoticon