9 Oktober 2015

Mualem Minta Usut Pemalak Anggaran

H. Muzakir Manaf Wakil Gubernur Aceh/Foto: IST
GampongRT - Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, H Muzakir Manaf yang juga Pimpinan Komisi Peralihan Aceh (KPA) angkat suara terkait isu ada pengurus KPA di beberapa daerah yang meminta jatah (memalak) dana bantuan desa 2015 dari para kepala desa (keuchik).

“Saya kecewa mendengar isu ini. Maka saya perintahkan kepada pengurus KPA di daerah untuk segera menyelidiki dan mencegah aksi yang dilakukan sekelompok orang yang mengatasnamakan KPA untuk memeras atau meminta dana bantuan desa kepada perangkat desa di sejumlah daerah,” kata Wagub Muzakir Manaf via telepon kepada Serambi dari Jakarta, Rabu (7/10) malam.

“Saya perintahkan untuk mencari dan menangkap oknum yang mengatasnamanakan pengurus KPA yang ingin memeras dana bantuan desa tersebut. Tindakannya itu membuat citra KPA dan PA, jadi jelek di mata publik,” kata Ketua KPA Pusat yang akrab disapa Mualem.

Hingga saat ini, kata Mualem, tidak ada kebijakan atau perintah dari pengurus KPA dan Partai Aceh (PA) provinsi untuk meminta jatah dana bantuan desa kepada perangkat desa untuk kepentingan KPA. (Baca: Mukhlis Abee Kecam KPA Pengutip Dana Desa).


Dalam pandangan Mualem, KPA ada dan besar karena rakyat Aceh. Tanpa dukungan penuh dari rakyat, maka KPA tidak ada apa-apanya. “Seluruh jajaran dan anggota KPA harus waspada menjaga marwah KPA, karena tugas utama KPA adalah membela kepentingan rakyat Aceh. Maka aneh jika ada KPA yang memeras dan menindas rakyat Aceh,” tukasnya.

Mualem berharap, seluruh pengurus KPA di daerah untuk mawas diri, agar tidak ada oknum atau pemalak anggaran yang leluasa mengatasnamakan KPA/PA untuk mencari duit di desa-desa demi kepentingan pribadinya. “Kita wajib menjaga citra dan marwah KPA yang telah dipercaya rakyat Aceh. KPA harus dapat menjadi pembela kepentingan rakyat di setiap desa di Aceh,” kata Mualem.

Untuk itu, seluruh pimpinan dan anggota KPA/PA, ia tekankan, harus terus mengoptimalkan pengabdian diri kepada masyarakat. “Hanya dengan pengabdian yang ikhlas tanpa batas itulah marwah KPA/PA dapat terus terjaga dan terbina dengan baik di hati rakyat Aceh,” ujar pria yang belum lama ini menjabat Plt Gubernur Aceh.

Sumber: Serambi Indonesia.

Artikel Terkait

Media Informasi dan Edukasi Berdesa


EmoticonEmoticon