20 Januari 2016

Membangun Networking Desa

 Membangun jaringan (networking) sosial dan mengembangkan kerjasama merupakan agenda penting dan strategis dalam menuju desa berdaya, kuat dan mandiri dimasa depan.
Secanggih apapun sebuah desa, tetap memerlukan koneksi dengan pihak luar agar setiap desa memiliki kekuatan lebih dalam membangun desanya. 

Dalam menuju desa kuat, mandiri dan sejahtera tidak cukup hanya dengan mengandalkan Dana Desa semata. Desa perlu membangun koneksi kerjasama atau menjalin kerjasama antar desa atau dengan pihak-pihak diluar desa.

Membangun jaringan (networking) sosial dan mengembangkan kerjasama merupakan agenda penting dan strategis dalam menuju desa berdaya, kuat dan mandiri dimasa depan.

"Dalam bahasa yang ekstrem, sukses dan gagal desa membangun sangat bergantungan pada rakyat desa sendiri, pemerintah, pemerintah desa, dan tenaga pendampingan desa".

Apalagi sampai saat ini, masih banyak desa yang berstatus dalam kategori desa sangat tertinggal, dan tertinggal.

Untuk itu diperlukan kreatifitas dan kesungguhan dari pemerintah desa berseta pendamping desa untuk membangun jenjaring desa (networking desa). Agar desa-desa yang tertinggal, terpencil dan terbelakang setara dengan desa-desa lain yang sudah berkembang, maju dan mandiri. 

Apa Tugas Pendamping Desa?

Dalam buku saku "Membangun Hubungan Sosial dan Kemitraan" disebutkan, membangun jaringan sosial dan mengembangkan kerjasama merupakan agenda penting dan strategis yang harus dipahami dengan baik oleh para pendamping desa.

Salah satu tugas dan peran penting dari pendamping desa adalah membantu desa dalam membentuk dan memanfaatkan jaringan sosial serta mengembangkan kerjasama, baik kerjasama antar desa maupun dengan pihak ketiga guna mewujudkan tujuan dari pembangunan desa.

Berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh pendamping desa dalam mengembangkan kerjasama, antara lain:
  • Pendamping desa membantu pemerintah desa dalam mengidentifikasi potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia di desa. Analisis terhadap potensi ini menjadi modal dasar dalam membangun kerjasama dengan pihak luar desa.
  • Pendamping desa bersama-sama dengan pemerintah desa mengidentifikasi pihak-pihak luar yang memungkinkan bekerjasama dengan desa. Identifikasi ini lebih ditekankan kesesuaian keperluan desa setelah menganalisis potensi, kekuatan dan kelemahan sumber daya yang dimiliki oleh desa.
  • Pendamping desa bersama-sama dengan pemerintah desa menganalisis dan menentukan jenis-jenism kegiatan dan program-program yang perlu dikerjasamakan dengan pihak luar dalam kerangka peningkatan kesejahteraan masyarakat dan peningkatan rasa aman warga desa.
  • Pendamping desa memfasilitasi proses musyawarah untuk merumuskan peraturan desa yang berkaitan dengan kerjasama antar desa atau dengan pihak ketiga. 
  • Pendamping desa memfasilitasi musyawarah antar desa untuk membahas kerjasama antar desa.
  • Pendamping desa menfasilitasi proses musyawarah “aksi-refleksi” untuk melihat perkembangan dari kerjasama antar desa dan pihak ketiga serta kinerja dari badan kerjasama antar desa.


Maksud Kerjasama Desa dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan bersama dan mencegah ketimpangan antar Desa. 
Kerjasama antara desa harus berorientasi pada kepentingan dan aspirasi yang tumbuh dalam masyarakat desa.[]

Artikel Terkait