1 Juni 2014

Warga Riseh Tunong Temukan Candi Kuno "Pra Islam"

GampongRT - Masyarakat Aceh Utara digegerkan dengan penemuan candi peninggalan peradaban pra Islam. Candi tersebut ditemukan oleh Supriadi Ibrahim warga Dusun Cot Calang Gampong Riseh Tunong Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara, saat mencari rumput ternaknya.

Kemudian Supriadi memberitahukan kepada warga, kepala dusun dan keuchik gampong Riseh Tunong. Bahwa ia telah menemukan tumpukan batu berupa candi peninggalan zaman peradaban sebelum Islam. 


Candi tersebut berupa susunan batu dengan ketinggian 5 meter, lebar 1 meter tertumpuk sejajar dan rapi dengan ukuran tebal 50 cm dan panjang 70 cm perbatu, dan panjang sekitar 430 meter.


"Candi tersebut sepertinya dibuat khusus oleh penganut agama Budha yang diduga dibuat sebagai tempat beribadah dan tempat penyembahan sesajen, untuk memohon keberkahan sesuai kepercayaan mereka pada zaman itu".


 Supriadi bersama warga sudah meneliti tumpukan batu tersebut, tetapi sejauh pencariannya tidak menemukan pintu masuk kedalam candi tersebut. 


Bisa jadi karena keberadaan candi tersebut yang telah berumur berabat-abat sehingga pintu masuk kedalam candi sudah tertutup rapat. 


Pada saat terjadinya gempa bumi 26 Desember 2004 didaerah ini pernah terjadi lonsor besar yang mengakibatkan pengesaran gunong kecil yang berada dikawasan krueng jeureugeh.


Untuk bisa tiba kelokasi penemuan batu bersusun rapi yang disebut-sebut sebagai candi peninggalan pra Isalam itu, harus berjalan menempuh areal gunung Lhee Sagoe. 


Untuk tiba di candi tersebut, membutuhkan perjalanan kurang lebih 6 jam, yakni tiga jam dengan mengendarai sepeda motor dan kemudian harus berjalan kaki 3 jam, karena mendaki gunung-gunung kecil dan tidak bisa sepeda motor. (GRT)

Artikel Terkait