5 Juli 2015

Menteri Desa: Prioritas Belanja Desa Ditetapkan Melalui Musyawarah Desa

GampongRT - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendesa PDTT) Marwan Jafar mengimbau, agar setiap desa menggali, menemukan, dan mengembangkan potensinya masing-masing. Sehingga, dana desa dapat digunakan secara tepat guna untuk mengembangkan potensi yang ada di desa menjadi kegiatan ekonomi atau usaha produktif yang memajukan desa dan mensejahterakan masyarakat desa. 

“Saya yakin setiap desa memiliki potensi yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi sesuai dengan sumberdaya desa, saya ingin dana desa dipergunakan untuk mengembangkan menjadi usaha produktif yang bisa menggerakkan ekonomi desa, menciptakan banyak lapangan kerja dan usaha bagi masyarakat desa, mengurangi pengangguran, kemiskinan dan urbanisasi” ujar Menteri Marwan di Jakarta, seperti dilansir dari situs Kementerian Desa, PDTT, Minggu, (5/7).

Dikatakan Menteri Marwan, potensi desa yang berbasis sumberdaya alam, seperti sumber mata air bisa dikembangkan menjadi usaha air bersih. Selain bisa memberikan pelayanan sosial untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga desa, juga bisa dikelola sebagai bisnis air bersih yang memberikan keuntungan komersial bagi desa. (Baca: Marwan Jafar: Masalah Infrastruktur Hambatan Utama di Perdesaan)


Desa-desa yang memiliki kekayaan alam yang indah, sangat potensial dikembangkan menjadi desa wisata. Demikian pula desa-desa yang memiliki keahlian atau kreatifitas tertentu seperti ukir, batik, tenun, bordir, juga bisa dikembangkan menjadi produk kreatif yang unik dan bernilai jual tinggi.

“Selama ini banyak potensi desa yang tidak tergarap dengan baik karena terhambat masalah dana, jadi dengan adanya dana desa sekarang ini yang dikelola langsung oleh desa, tentunya berbagai potensi desa itu bisa dikembangkan dengan baik untuk kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat desa” ujar Menteri Marwan.

Ia menjelaskan, selain untuk mengembangkan usaha produktif, dana desa juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas kelompok usaha desa melalui pelatihan peningkatan skill dalam pemanfaatan teknologi produksi, pengolahan dan pengemasan untuk menghasilkan nilai tambah (add value) terhadap usahanya.


“Dana desa juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan keahlian pengusaha desa dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas produknya atau menghasilkan produk olahan yang nilai jualnya lebih tinggi. Sehingga bisa memberikan penghasilan yang lebih besar bagi pengusaha desa” kata Menteri Marwan.

Ia mencontohkan, buah-buahan hasil tanaman masyarakat desa seperti pisang. Jika dijual apa adanya, harganya satu tandan paling mahal 25 ribu di pasar tradisional. Tapi akan jauh lebih tinggi harga jualnya jika diolah menjadi keripik pisang dengan standar kehalalan dan kesehatan yang baik, diperkaya dengan menu rasa yang bervariasi, lalu dikemas secara menarik dengan merek tertentu.

"Produktifitas berbentuk nilai tambah ini penting dikembangkan di desa, dana desa bisa digunakan untuk mengembangkan produktifitas semacam ini, supaya produk desa lebih dihargai dan meningkat harga jualnya, bisa menjadi sarana untuk memajukan ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa" kata Menteri Marwan.

Namun, kata Menteri Desa lagi, agar desa benar-benar cermat dan memahami betul apa saja yang paling dibutuhkan bagi kemajuan dan kesejahteraan desa, lalu dibahas dalam musyawarah desa untuk dijadikan program atau kegiatan prioritas yang dibiayai dana desa.

“Permendesa Nomor 5 Tahun 2015 tentang Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2015 telah mengatur program atau kegiatan yang perlu diutamakan dalam penggunaan dana desa untuk kepentingan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Yang penting peruntukan ditetapkan dalam prioritas belanja desa melalui musyawarah desa,”kata Menteri Marwan.[]

Artikel Terkait

1 komentar so far