15 Agustus 2015

326 Desa belum Ajukan RAPBG di Pidie

GampongRT - Dari 727 gampong yang ada di Pidie sebanyak 326 gampong belum mengajukan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Gampong (RAPBG). Hal itu akibat aparatur gampong belum mampu menyusun draf RAPBG tersebut, sehingga dana desa masih tertahan di kabupaten.

“Kami minta camat agar membantu mendampingi keuchik membuat RAPBG dan dalam bulan ini juga harus tuntas,” pinta Wakil Bupati Pidie, M Iriawan SE, usai membuka acara antar tugas camat Kecamatan Pidie, Kamis (13/8).

Wabup menjelaskan, dari 727 gampong definitif seluruh Pidie sebanyak 326 gampong belum mengajukan RAPBG. Lalu, 40 gampong sedang diverifikasi di Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM). (Baca: Dana Gampong Tahun Ini Terancam Hangus, Jika Sampai Desember tak Cair).


Selebihnya, 361 gampong sudah verifikasi sedang proses pencairan dana di Dinas Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah (DPPKD). Artinya 361 gampong sudah beres tinggal menunggu dana. “Faktor gampong belum ajukan karena alasan belum memahami cara bikin RAPBG. Wajar saja karena ini tahun pertama diterapkan dana desa,” terangnya.

Solusinya, Pemkab akan memanggil para keuchik yang belum mengusul RAPBG guna dibekali pelatihan dadakan. “Jika tidak pembangunan di desa itu ikut terancam. Apalagi ini sisa bulan tahun 2015 tinggal berapa bulan lagi,” jelas Wabup Iriawan.

M Iriawan menekankan, agar para camat tidak tinggal diam dan harus segera turun tangan dan mengarahkan keuchik sehingga bisa menyusun draf tersebut. “Jika masalah ini tak segera diselesaikan, dikhawatirkan akan timbul banyak masalah lain di desa,” kata M Iriawan.

Sementara itu, ada empat gampong tidak mendapat dana desa karena belum diakui pusat, yakni Pasi Beurandeh, Kecamatan Batee dan Desa Simpang Beutong, Kecamatan Muara Tiga, Blang Pandak Tangse dan Satuan Pemukiman Transmigrasi SP V Pucuk, Kecamatan Geumpang.

Dalam kesempatan itu Iriawan menekankan, PR penting bagi para camat adalah menyelesaikan RAPBG. “Camat jangan banyak duduk di kantor, tapi ke desa terutama desa yang belum bisa membuat draf RAPBG, dan tuntaskan itu,” tegas Wabup Pidie. 


243 Orang Pendamping Gampong

Sedangkan jumlah pelamar calon pendamping gampong di Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Pidie sejak Selasa (4/8) sampai Senin (10/8) petang mencapai 2.660 orang. Dari jumlah tersebut akan diterima sebanyak 243 orang untuk 23 kecamatan di Pidie. (Baca: BPM Aceh Rekrut 2.582 Tenaga Pendamping Desa)

Chairullah SE, Pendamping Ahli Teknik Pemberdayaan Wilayah Pidie kepada Serambi, Selasa (11/8) mengatakan, banyaknya para pelamar karena syartanya sangat mudah, yaitu cuma melampirkan surat permohonan, foto kopi ijazah, dan KTP serta pas foto. Disebutkan juga, mereka yang lulus nantinya akan bekerja mendampingi dana desa dan akan bertugas satu orang menangani tiga desa.

Sumber: Serambi Indonesia

Artikel Terkait

Media Informasi dan Edukasi Berdesa


EmoticonEmoticon